JASAD BAYI DIMAKAN BIAWAK
Pelaku Ngaku Bayi yang Dibuang ke Tepi Sungai dan Dimakan Biawak Itu Hasil Hubungan Gelap
Wanita muda (29) pelaku yang membuang bayi ke tepi sungai dan jasadnya ditemukan dimakan biawak itu ternyata karena hubungan gelap
“Setelah diinterogasi, FN akhirnya mengakui telah melahirkan seorang bayi pada Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 04.30 WIB di Sungai Batang Piruko—lokasi yang sama dengan penemuan mayat bayi sehari setelahnya,” terang AKP, Andri pada Minggu (11/5/2025).
Lanjut AKP Andri, Polisi turut menyita barang bukti berupa daster hijau yang dikenakan pelaku saat kejadian.
FN yang diketahui sudah memiliki satu anak ini dijerat dengan Pasal 305 jo Pasal 307 Ayat 2 KUHPidana, dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun penjara.
Sudah Dimakamkan
Jasad Bayi yang ditemukan di tepi sungai tepatnya di Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sudah dimakamkan.
Hal itu disampaikan oleh Wali Nagari Padang Sibusuk, Aprizaldi, saat dihubungi pada Kamis (8/5/2025).
Dikatakannya, jasad bayi tersebut dikuburkan pada Rabu (7/5/2025) di tempat pemakaman umum (TPU) Pandan, Nagari Padang Sibusuk.
Penyelidikan kasus tersebut masih berlanjut hingga saat ini identitas atau asal usul bayi itu masih belum diketahui.
Sebelumnya, Dewi Arianti menemukan jasad bayi saat ia hendak mandi ke sungai bersama suami dan anaknya, Rabu (7/5/2025).
Lokasi penemuan berada di Jorong Guguk Tinggi, Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumbar.
Sungai itu terletak tak jauh dari rumahnya dengan akses jalan setapak saja yang sering digunakan untuk mandi dan mencuci baju.
Ketika anaknya sampai ke tepi sungai terlihat sesuatu yang banyak dihinggapi lalat kemudian anak Dewi memberitahu dia dan suami.
“Tercium bau busuk lalu saya periksa bersama suami ternyata ada biawak yang sedang memakan jasad bayi,” katanya saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (7/5/2025).
Lanjut Dewi, ketika mendekat biawak itu lari meninggalkan jasad bayi yang telah terkoyak bagian perutnya.
Jasad bayi tersebut terletak ditepi sungai yang berjenis kelamin laki-laki.
“Karena saya kaget dan takut lalu melapor ke pihak nagari dan akhirnya telah diperiksa oleh pihak yang berwajib,” jelasnya.
Ia merasa sedih ketika ada seseorang yang tega membuang bayi yang terlahir bersih tanpa dosa.
“Sedih juga karna ada orang yang tega membuang bayinya hingga kondisi tragis sampai dimakan biawak,” terangnya.
[ tribunbatam.id ]
sumber: tribunpadang.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.