Kamis, 23 April 2026

BERITA POPULER HARI INI

Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Polisi Terlibat Narkoba Dituntut Hukuman Mati, Istrinya Menangis

Daftar 7 Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini, Polisi Terlibat Narkoba Dituntut Hukuman Mati di PN Batam, Istrinya menangis mendengar tuntutan

Editor: Mairi Nandarson
kolase tribunbatam.id
BERITA POPULER - Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini, Jumat, 11 April 2025 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tuntutan hukuman mati terhadap mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang dalam kasus narkoba membuat istrinya histeris.

 Sebanyak 12 terdakwa menjalani sidang tuntutan yang dipimpin langsung Ketua PN Batam, Tiwik, sebagai Ketua Majelis Hakim, dan 2 hakim anggota Dauglas Napitupulu dan Andi Bayu. 

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjatuhkan tuntutan berat terhadap para terdakwa. 

Lima di antaranya, termasuk mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda, dituntut pidana mati. 

Lima lainnya dituntut penjara seumur hidup, sementara dua terdakwa sipil, Zulkifli dan Aziz Martua Siregar.

Sementara itu di Banyumas dua remaja nekat merampok emak-emak bermodal pistol mainan.

Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang perempuan yang dilakukan dua remaja itu terhadi kawasan Jalan Raya Panembangan, tepatnya di tengah area persawahan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok. 

Dua kejadian itu adalah di antara berita populer hari ini yang mungkin terlewatkan bagi Anda untuk membacanya berikut informasinya: 

Tangis Istri Eks Kasat Narkoba Batam, Suaminya Satria Nanda Dituntut Pidana Mati

SIDANG KASUS NARKOBA - Istri Kompol Satria Nanda, Kompol Juwita (jilbab biru) menangis usai mendengarkan tuntutan hukuman mati dari JPU untuk suaminya, Senin (26/5/2025) di Pengadilan Negeri Batam
SIDANG KASUS NARKOBA - Istri Kompol Satria Nanda, Kompol Juwita (jilbab biru) menangis usai mendengarkan tuntutan hukuman mati dari JPU untuk suaminya, Senin (26/5/2025) di Pengadilan Negeri Batam(Ucik Suwaibah/Tribun Batam)

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Tangis istri eks Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Satria Nanda pecah di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri (PN) Batam, pada Senin (26/5/2025) siang. 

Hal itu tepat setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan tuntutan pidana mati terhadap suaminya yang terlibat kasus narkoba.

Kompol Juwita Oktaviani, istri Satria yang juga seorang perwira polisi, tak kuasa menahan air mata. 

Mengenakan kerudung biru dan masker hitam, ia menangis di pelukan kerabat perempuannya yang duduk di sampingnya. 

Baca juga: Dituntut Hukuman Mati, Ini Hal yang Memberatkan Eks Kasat Narkoba Batam Satria Nanda


Baca Selengkapnya

Aksi Protes Warga Bintan, Kesal Jalan Lintas Timur Minim Lampu Penerangan

PROTES WARGA BINTAN - Warga yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tangguh Kampung Jawa, Korindo, Kecamatan Bintan Timur letakan pot bunga di median jalan, Senin (26/5/2025). Langkah ini sebagai bentuk protes mereka karena Jalan Lintas Timur minim lampu penerangan jalan, hingga rawan kecelakaan.
PROTES WARGA BINTAN - Warga yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tangguh Kampung Jawa, Korindo, Kecamatan Bintan Timur letakan pot bunga di median jalan, Senin (26/5/2025). Langkah ini sebagai bentuk protes mereka karena Jalan Lintas Timur minim lampu penerangan jalan, hingga rawan kecelakaan.(TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Warga yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Tangguh Kampung Jawa, Korindo, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan protes mereka dengan meletakkan pot bunga di median jalan.

Langkah ini dilakukan sebagai tanda protes minimnya penerangan di persimpangan Jalan Lintas Timur, Kelurahan Sei Lekop, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, termasuk Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) agar segera memasang lampu penerangan jalan umum tambahan di lokasi tersebut. 

Sebab pasca ditutupnya perempatan jalan tahun 2024 lalu, sudah 25 kali terjadi kecelakaan akibat minimnya penerangan dan kurangnya rambu lalu lintas di sana.

Ketua Keamanan RT04/RW02, Kampung Jawa, Korindo, Ade Irwansyah Tampubolon mengatakan, peletakan pot bunga ini sebagai tanda bagi pengendara khususnya pada malam hari.


Baca Selengkapnya

Dedi Mulyadi Meradang, Oknum Bobotoh Persib Bikin Ulah: Tunggu, Aparat Segera Datang Menjemput Anda

PUKUL DOSEN - Perayaan juara Persib Bandung tercoreng dengan insiden oknum Bobotoh yang menghajar seorang dosen Universitas swasta di Kota Bogor berinisial YS, pada Sabtu (24/5/2025) malam.
PUKUL DOSEN - Perayaan juara Persib Bandung tercoreng dengan insiden oknum Bobotoh yang menghajar seorang dosen Universitas swasta di Kota Bogor berinisial YS, pada Sabtu (24/5/2025) malam.(ISTIMEWA)

TRIBUNBATAM.id - Gegara ulah oknum suporter Persib Bandung, Bobotoh, gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meradang.

Apalagi ulah suporter tersebut viral di media sosial.

Pertama berita mengenai perusakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Kemudian di Bogor, oknum Bobotoh diduga melakukan tindakan kriminal, melakukan pemukulan terhadap seorang dosen.

Oknum Bobotoh diduga melakukan perusakan fasilitas stadion, termasuk merusak rumput dan jaring gawang, dalam video yang beredar luas di media sosial.

Baca Selengkapnya

Kakak Ipar Adalah Maut Terjadi di Mamuju, Pelaku Tak Bisa Tahan Nafsu Saat Lihat Adik Ipar Tidur

Foto Ilustrasi Rudapaksa yang dilakukan oleh Kakak Ipar kepada adik ipar ketika sedang tidur di dalam rumah.
Foto Ilustrasi Rudapaksa yang dilakukan oleh Kakak Ipar kepada adik ipar ketika sedang tidur di dalam rumah.(Tribunnews)

TRIBUNBATAM.id - Tak bisa menahan birahi melihat adik ipar tidur di rumah, seorang pria nekat melakukan niat jahat.

Ia diam-diam menindih adik iparnya yang diketahui masih gadis remaja berumur 18 tahun.

Beruntung sang adik melawan, namun korban sempat mendapat dua kali pukulan oleh kakak iparnya dalam peristiwa itu.

Berikut kisah tragis adik ipar yang nyaris jadi korban rudapaksa oleh suami kakak kandungnya.

Seorang pria asal Kalumpang, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berinisial AR (31) ditangkap polisi atas kasus dugaan pencabulan.


Baca Selengkapnya

Ternyata Residivis, Selain Tersangka Kasus Lahan BMKG, Ketua GRIB Jaya Tangsel Juga Positif Narkoba

PENDUDUKAN LAHAN BMKG - (Kiri) M Yani Tuanaya, Ketua GRIB Jaya Tangerang Selatan (Tangsel), yang ditangkap polisi buntut pendudukan lahan milik BMKG, pada Sabtu (24/5/2025) sore dan (Kanan) Foto M Yani Tuanaya dengan Rosario de Marshall atau Hercules, pendiri ormas GRIB Jaya. Selain menjadi tersangka, Ketua GRIB Jaya Tangsel ternyata juga dinyatakan positif narkoba.
PENDUDUKAN LAHAN BMKG - (Kiri) M Yani Tuanaya, Ketua GRIB Jaya Tangerang Selatan (Tangsel), yang ditangkap polisi buntut pendudukan lahan milik BMKG, pada Sabtu (24/5/2025) sore dan (Kanan) Foto M Yani Tuanaya dengan Rosario de Marshall atau Hercules, pendiri ormas GRIB Jaya. Selain menjadi tersangka, Ketua GRIB Jaya Tangsel ternyata juga dinyatakan positif narkoba.(Instagram @grib_jaya_dpc_tangsel)

TRIBUNBATAM.id - Ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, ketua DPC GRIB Jaya Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial MYT.

Polda Metro Jaya juga menetapkan satu orang lainnya berinisial Y yang mengaku sebagai ahli waris, sebagai tersangka.

 Berdasarkan Pasal 167 KUHP tentang dugaan menempati pekarangan tertutup tanpa hak, Y dan MYT ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka juga diduga melakukan tindak pidana penggelapan aset milik BMKG.

Ketua GRIB Jaya Tangsel ternyata juga dinyatakan positif narkoba selain menjadi tersangka.

Baca Selengkapnya

2 Remaja di Banyumas Nekat Rampok Emak-emak dengan Pistol Mainan, Kini Terancam 12 Tahun Penjara

ILUSTRASI PERAMPOKAN - Dua remaja warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, inisial AP (18) dan MIM (17), ditangkap polisi karena merampok ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar pada Sabtu (10/5/2025) pagi.
ILUSTRASI PERAMPOKAN - Dua remaja warga Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, inisial AP (18) dan MIM (17), ditangkap polisi karena merampok ibu-ibu yang hendak belanja ke pasar pada Sabtu (10/5/2025) pagi.(Shutterstock)

TRIBUNBATAM.id - Karena melakukan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang ibu-ibu.- Dua remaja asal Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), dibekuk polisi. 

Pada Sabtu (10/5/2025) pukul 04.00 WIB, aksi perampokan ini terjadi di kawasan Jalan Raya Panembangan, tepatnya di tengah area persawahan Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok. 

AP (18) dan MIM (17) adalah inisial kedua pelaku remaja tersebut.

Sementara, korbannya berinisial DSH (47), warga Desa Sambirata, yang saat itu sedang dalam perjalanan ke Pasar Karangtengah untuk belanja sayur. 

Korban mengendarai sepeda motor dan membawa tas selempang berwarna coklat.


Baca Selengkapnya

Selalu Tegar di Setiap Sidang, Tangisan Kompol Juwita Pecah Dengar Suaminya Dituntut Mati

Istri Kompol Satria Nanda, Kompol Juwita (jilbab biru) terlihat menangis usai mendengarkan tuntutan hukuman mati dari JPU, Senin (26/5/2025)
Istri Kompol Satria Nanda, Kompol Juwita (jilbab biru) terlihat menangis usai mendengarkan tuntutan hukuman mati dari JPU, Senin (26/5/2025)(Ucik Suwaibah/Tribun Batam)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hal tak biasa terlihat dalam persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan kasus Narkoba di Batam.

Sosok Istri Mantan Kasat Narkoba Polresta Barelang Satria Nanda terlihat menagis sesegukan di ruang sidang.

Matanya terlihat semabab, namun mukanya ditutup dengan masker hitam yang melekat di mulutnya.

Dia adalah Kompol Juwita Oktaviani, wanita yang selalu setia menemani Satria Nanda dalam setiap persidangan di PN Batam.

Saat pembacaan tuntutan yang dilakukan oleh Jaksa Ali Naek. Terlihat Juwita menatap tajam ke arah jaksa.

Baca Selengkapnya

[ tribunbatam.id ]

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved