Senin, 4 Mei 2026

Kepri VS Babel Rebutan Pulau Tujuh

Provinsi Babel Klaim Pulau Tujuh, Warga Pekajang Lingga, Kepri Sudah Berkontribusi 

Warga Desa Pekajang, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, buka suara terkait isu perebutan wilayah mereka oleh Bangka Belitung.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/istimewa - warga
Potret Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dari dermaga. Sebutan Pulau Tujuh bagi Pemprov Babel, yang diklaim menjadi wilayahnya. 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Warga Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, buka suara terkait isu perebutan wilayah mereka oleh Bangka Belitung.

Di ketahui, klaim Pulau Tujuh atau Desa Pekajang, masih menjadi pembicaraan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung.

Pengklaiman ini bahkan sudah berlangsung sejak lama, hingga kini kembali menjadi perbincangan.

Meski begitu, Pemprov Kepri menegaskan bahwa Pulau Pekajang yang berada di wilayah Kabupaten Lingga merupakan milik Provinsi Kepri.

Salah seorang warga, Rajab menerangkan, bahwa Pulau Tujuh memang menjadi sebutan bagi orang-orang Bangka Belitung.

Desa Pekajang menjadi sebutan bagi masyarakat Kabupaten Lingga, khususnya. Keduanya sama.

Menurutnya, Desa Pekajang memang sudah menjadi bagian dari Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Hal itu karena menurutnya, Kepri telah berkontribusi penuh terhadap Pekajang, baik dari segi sosial, pendidikan, kesehatan, penerangan listrik, hingga telkomunikasi,

"Masih banyak lagi yang kami rasakan, memang dari Kepri," ujar kepada Tribunbatam.id, via pesan messenger, Sabtu (21/6/2025).

Ia juga mengakui, bahwa pemerintah pusat sudah melakukan efisiensi anggaran.

Sehingga, beberapa pembangunan mungkin belum direalisasikan ke wilayah Pekajang saat ini.

"Sebelum adanya efisiensi anggaran, Pemprov Kepri sudah berbuat banyak terhadap Pekajang, jadi saya rasa kalau untuk pembangunan ke depan harap sabar saja, itu semua butuh proses," ungkap pria 31 tahun ini.

Ia memang mengakui, Desa tempatnya tinggal itu memang berdekatan atau bersebelahan dengan Bangka Belitung.

"Tetapi secara realita, historis kita di pihak Kepri dan itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi," imbuhnya.

Disinggung soal masalah ekonomi dan kesehatan, masyarakat memang harus pergi ke Babel.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved