Jumat, 24 April 2026

KECELAKAAN DI BINTAN

Suasana Duka di Rumah Kamaluddin Korban Laka Maut, Pelayat Terus Datangi Rumah Duka

Halaman rumah Muhammad Kamaluddin korban kecelakaan maut dua lori di Bintan masih di padati sejumlah orang.

|
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
JENAZAH KORBAN  - Sejumlah ibu-ibu membopong Maryanti setelah turun dari mobil ambulance di depan rumah duka, RT 004, RW 002, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang,  Kabupaten Bintan. 

Tangisan pecah seketika setelah jenazah di angkat menuju ke dalam rumah. 

Maryanti tidak bisa jalan sendiri, melangkahkan kaki saja terasa berat. Dia harus di bopong sejumlah ibu-ibu dan satu pria.

Air mata mengalir deras di dua bola mata Maryanti.

Baju kuning dan jilbab hitam yang dikenakan tampak basah penuh dengan air mata.

Wajahnya memerah karena sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata.

Dia tak banyak mengucapkan kata-kata, dia hanya lemas dan lunglai.

Seketika dia pingsan hingga membuat ibu-ibu berjibaku mengangkatnya ke dalam rumah. 

Di luar ada satu papan bunga yang di pasang di sebelah kanan pintu masuk rumah. 

Isinya ikut berduka cita mendalam atas musibah ini.

"Keluarganya masih berduka, belum bisa di ajak bicara soal insiden ini," ucap seorang pria di depan rumah duka.

Meninggalnya Kamaluddin menyisakan sejumlah kenangan dari keluarga dan kawan-kawannya.

Almarhum dikenal sebagai pekerja kerasa.  Sejak lulus SMP Kamaluddin memang sudah bantu orangtua bekerja.

Korban merupakan putra dari Maryanti dan Mingin. 

Korban adalah anak pertama, mereka semuanya tiga bersaudara. 

Selama hidup korban tidak pernah gengsian, apa saja di kerjakannya, yang penting halal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved