KEBAKARAN LAHAN DI BINTAN

Kebakaran Lahan di Kampung Bugis Bintan, Damkar: Ada Warga Bakar Sampah Daun, Lalu Tertiup Angin

Kebakaran lahan di Bintan itu kini jadi obrolan warga dan netizen, pasalnya api begitu cepat melahap semak belukar di sana dalam waktu sekejap

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Mairi Nandarson
Dok.Damkar Tanjunguban untuk Tribun Batam
KEBAKARAN LAHAN - Petugas pemadam berusaha memadamkan api di lahan semak belukar yang terbakar di Jalan Manggar, Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau yang terbakar. 

Laporan Wartawan Tribun Batam.id, Ronnye Lodo Laleng

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Video detik-detik kebakaran lahan semak belukar di Jalan Manggar, Kampung Bugis, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) viral di media sosial (Medsos).

Dalam video 30 detik tersebut tampak api begitu besar terjadi di lahan kosong itu.

Kebakaran itu kini jadi obrolan warga dan netizen, pasalnya api begitu cepat melahap semak belukar di sana dalam waktu sekejap. 

Peristiwa itu belakangan di ketahui terjadi pada Kamis (3/7/2025) sore. 

Diduga kebakaran disebabkan oleh warga yang membakar sampah daun kelapa setelah membersihkan lahan. 

Kebakaran ini membuat warga sekitar ketakutan, mereka sangat takut api membakar kios dan rumah warga di sana.

"Saya ketakutan. Karena saat kebakaran kemarin, angin kencang sehingga api dengan cepat melahap semak belukar itu," kata warga Bintan, Joni, Minggu (6/7/2025).

Baca juga: Daftar 7 Berita Populer Kepri, Mafia Lahan di Bintan Hingga Pencurian Pagar di Siang Bolong

Dia berharap peristiwa ini jangan sampai terjadi lagi di wilayah Bintan Utara.

"Bagi warga sekitar jangan asal bakar lahan. Karena itu berdampak luas, dan merugikan banyak orang," pesannya.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, warga membakar sampah daun kelapa setelah membersihkan lahan. 

Angin kencang yang tiba-tiba datang menyebabkan bara api menyebar dan membakar lahan yang baru dibersihkan. 

Warga berusaha memadamkan api sendiri karena khawatir api merembet ke warung terdekat. 

Akhirnya warga meminta bantuan dari petugas damkar untuk memadamkan api. 

Panyodi mengatakan, proses pemadaman berjalan lancar karena akses jalan yang memadai untuk mobil Damkar sehingga petugas dengan mudah mencapai titik api.

Pemadaman di lahan yang terbakar menghabiskan 3 ton air untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menyebar luas. 

Panyodi mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar terutama saat angin kencang dan cuaca panas karena bisa memicu kebakaran.

( tribunbatam.id/ronnyelodolaleng

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved