Senin, 11 Mei 2026

LIMBAH MINYAK HITAM DI BINTAN

Pesisir Mapur Bintan Menghitam Lagi, Perangkat Desa dan Masyarakat Bersihkan secara Manual

Limbah minyak hitam kembali hantui masyarakat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kali di laut belakang Desa Mapur Bintan

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Dok. Camat Bintan Pesisir untuk Tribun Batam
MINYAK HITAM - Perangkat Desa Mapur, TNI AL dan masyarakat mengangkat karung berisi limbah minyak hitam di Pantai Belakang Desa Mapur, Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). 

Ringkasan Berita:
  • Limbah minyah hitam kembali cemari perairan Bintan
  • Kali ini di laut belakang Desa Mapur, Bintan Pesisir
  • Warga berharap langkah konkret dari pemerintan daerah dan pusat untuk atasi pencemaran limbah minyak di laut ini
 


BINTAN, TRIBUNBATAM.id
- Minyak hitam kembali menghantui masyarakat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Puluhan karung berisi limbah minyak hitam cemari laut belakang Desa Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Selasa (17/2/2026).

Peristiwa ini bukan merupakan kali pertama, namun terus berulang sejak puluhan tahun lalu.

Belum lama ini, hal serupa juga terjadi di pesisir Pantai Trikora Bintan.

Langkah konkret dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dinantikan masyarakat Bintan saat ini.


Masyarakat dan nelayan berharap hal seperti ini tidak terulang kembali.

Seorang nelayan Desa Mapur, Ahmad mengatakan, puluhan karung minyak hitam itu pertama kali ditemukan saat nelayan dan pemerintah desa membersihkan pantai di lokasi tersebut.

"Sangat mengganggu sekali. Ikan pada mati dan jaring kami menghitam," ujarnya, Rabu (18/2/2026). 

Nelayan tidak bisa berbuat banyak. Sebab tidak memiliki alat-alat untuk membersihkan minyak hitam ini.

"Kami hanya menunggu, ketika karung minyak hitam sudah dibawa arus laut ke darat, baru kami angkut atau bersihkan," katanya.

Camat Bintan Pesisir, Assun Ani menyampaikan, fenomena ini terjadi saat angin utara.

Biasanya terjadi sekitar bulan Desember hingga April setiap tahunnya.

Limbah itu diduga dibuang oleh kapal tanker di perairan internasional, perbatasan antara Indonesia dengan Singapura, yang berada di utara Bintan.

Kali ini, limbah minyak hitam dibuang dalam karung goni yang jumlahnya puluhan.

Begitu terpapar panas dan terendam air laut dalam waktu lama, cairan minyak itu akan merembes keluar dari karung.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved