Mendagri Dorong Realisasi Belanja Daerah Kepri, Data per 6 Maret 2026 Baru 4,45 Persen
Mendagri, Tito Karnavian mendorong peningkatan realisasi belanja daerah Provinsi Kepri saat memimpin rakor pengendalian inflasi di Dompak, Senin (9/3)
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI), Tito Karnavian memberi catatan terkait realisasi belanja daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang tercatat baru 4,45 persen hingga 6 Maret 2026.
Menurut Mendagri, realisasi belanja daerah perlu didorong agar lebih optimal, meski secara data realisasi pendapatan daerah hingga 6 Maret 2026 tercatat 16,97 persen.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Kepulauan Riau juga menunjukkan tren positif.
Tito menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen.
Sementara Kepulauan Riau mampu mencapai 7,89 persen atau jauh di atas rata-rata nasional.
“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional,” tambahnya.
Saat memimpin rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang, Senin (9/3/2026),
Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode Desember–Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan inflasi nasional berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen. Dengan demikian, inflasi saat ini berada sedikit di atas target.
“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito.
Ia menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi secara yoy berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,66 persen, termasuk di dalamnya kenaikan harga emas yang turut dipengaruhi situasi global seperti konflik internasional.
Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberi kontribusi inflasi sebesar 16,19 persen, yang dipengaruhi oleh faktor subsidi energi pada Januari–Februari tahun sebelumnya.
Meski demikian, Tito menilai kondisi inflasi di Provinsi Kepulauan Riau masih terkendali dengan sangat baik. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kepri tercatat sebesar 0,7 persen.
“Inflasi Kepri berada di angka 3,54 persen, ini cukup baik dan masih terkendali” jelas Tito.
Menurutnya, komoditas yang memberi andil inflasi di Kepri antara lain emas perhiasan dengan kontribusi sekitar 0,15 persen serta angkutan udara.
| Mahasiswa Natuna Angkat Suara, Desak KPK Usut Lonjakan Harta LHKPN Bupati Cen Sui Lan |
|
|---|
| Polsek Daik Lingga Kawal Distribusi 1.554 Porsi Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
| Penemuan Jasad Bayi di Indekos Batam, Ketua RT Ungkap Wanita Penghuni Kos Baru Tinggal 4 Bulan |
|
|---|
| Pemkab Karimun Dorong Berbahasa Melayu, Dorong Identitas Budaya Lokal |
|
|---|
| Jadwal Kapal KM Sabuk Nusantara 36 Lintasi Natuna Periode 9 Hingga 18 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Mendagri-soal-realisasi-belanja-daerah-di-Kepri-klsvndl.jpg)