Rabu, 27 Mei 2026

BERITA POPULER BATAM

Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Disnaker Batam Buka Pelatihan Kerja untuk Pencaker

Berikut daftar 7 berita populer pilihan Tribun Batam hari ini. Di antaranya Disnaker Batam buka pelatihan kerja lagi untuk pencaker

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
tangkap layar Instagram @disnakerbatam
PELATIHAN KERJA - Dinas Tenaga Kerja Batam buka pelatihan kerja lagi untuk pencaker di Tahun Anggaran 2025 

Bahkan, ia sempat mencoba menyerang ponakan korban dengan cairan yang diduga air keras, dan menyiramnya saat membuka pintu.


Baca Selengkapnya

Pengakuan Baru Andriyani setelah Anaknya Viral Jarah Jam Tangan Rp11,5 Miliar Milik Ahmad Sahroni

 

RUMAH SAHRONI DIJARAH - Seorang bocah (KANAN) menunjukkan jam tangan Richard Mille seharga miliaran rupiah milik anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Sabtu (30/8/2025) dalam aksi warga menjarah rumah dewan tersebut. Ahmad Sahroni (KIRI) ketika memakai jam tangan tersebut dalam postingan fotonya yang dibagikan pada 26 Mei 2025. Kini jam tangan mewah tersebut telah dikembalikan.
RUMAH SAHRONI DIJARAH - Seorang bocah (KANAN) menunjukkan jam tangan Richard Mille seharga miliaran rupiah milik anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Sabtu (30/8/2025) dalam aksi warga menjarah rumah dewan tersebut. Ahmad Sahroni (KIRI) ketika memakai jam tangan tersebut dalam postingan fotonya yang dibagikan pada 26 Mei 2025. Kini jam tangan mewah tersebut telah dikembalikan.(Instagram @ahmadsahroni88/X @yourhappinestt2)

 

TRIBUNBATAM.id - Aksi penjarahan di rumah Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025) sore, menjadi sorotan publik.

Pasalnya terdapat bocah SMP berinisial MI yang mendapatkan jam tangan mewah hasil jarahan di rumah Ahmad Sahroni.

Tak disangka jam tangan yang diambil MI tersebut merek Richard Mille seharga Rp11,7 miliar.

Sebenarnya MI sempat terekam video yang viral di media sosial, sedang memamerkan jam tangan milik Ahmad Sahroni itu.

Hingga akhirnya, orang tua MI memilih untuk memulangkan jam tangan miliaran hasil jarahan anaknya.


Baca Selengkapnya

Warga Tanjung Piayu di Batam 13 Jam Alami Mati Listrik, PLN Ungkap Penyebabnya

 

PLN BATAM - Layangan yang tersangkut di kabel listrik penyabab padamnya listrik di Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama 13 jam, Rabu (3/9/2025).
PLN BATAM - Layangan yang tersangkut di kabel listrik penyabab padamnya listrik di Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama 13 jam, Rabu (3/9/2025).(Dok PLN Batam)

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Manajemen Perusahaan Listrik Negara atau PLN Batam mengungkap penyebab pemadaman listrik yang terjadi di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pemadaman listrik di Batam sebelumnya dialami warga Perumahan Kampung Daun.

Selama lebih kurang 13 jam aliran listrik di sana tidak menyala. 

Kondisi ini membuat warga Sei Beduk Batam resah, apalagi bagi keluarga yang memiliki anak kecil.

Warga Perumahan Kampung Daun, RW 17 Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Def Rizal mengatakan listrik di rumahnya padam mulai pukul 22.20 WIB, Selasa (2/9/2025).


Baca Selengkapnya

Sahroni dan Keluarga Dibunuh di Indramayu, Bisnis Sarang Walat Diduga Jadi Motif Pelaku Kejahatan

 

PEMAKAMAN 1 KELUARGA - Prosesi pemakaman 5 jenazah korban pembunuhan di Kelurahan Paoman, Indramayu di Pemakaman Keluarga Nyairesik Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu 3 September 2025.
PEMAKAMAN 1 KELUARGA - Prosesi pemakaman 5 jenazah korban pembunuhan di Kelurahan Paoman, Indramayu di Pemakaman Keluarga Nyairesik Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu 3 September 2025.(TribunJabar.id/Eki Yulianto)

 

TRIBUNBATAM.id, INDRAMAYU  – Kasus penemuan lima jenazah dalam satu liang kubur di halaman belakang rumah di Kelurahan Paoman, Indramayu, Jawa Barat, masih menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar, apa motif di balik tragedi keji ini?

Kelima korban, yakni Sahroni (70), anaknya Budi (43), menantu Euis (37), serta dua cucunya, Ratu (7) dan seorang bayi berusia delapan bulan, ditemukan terkubur di bawah pohon nangka, Senin (1/9/2025) sore. Penemuan itu bermula dari laporan warga yang mencium bau busuk menyengat dari rumah korban.

Saat polisi menggali gundukan tanah mencurigakan, kengerian pun terungkap.

Lima jenazah keluarga Sahroni tergeletak dalam satu liang, bercampur dengan sprei, terpal berbercak darah, serta peralatan menggali seperti cangkul dan ember kecil.

Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menyebut korban diduga sudah meninggal dua hari sebelum ditemukan.


Baca Selengkapnya

(*/Tribunbatam.id)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved