Minggu, 3 Mei 2026

Anak di Batam Kirim Ancaman Bom ke Sekolah, Polisi: Banyak Pengaruh dari Game Online Roblox

Polisi menyebut anak di Batam berumur 13 tahun yang mengirim ancaman bom ke grup WhatsApp sekolah terpengaruh game daring, Roblox.

Tayang:
TribunBatam.id/Beres Lumbantobing
POLDA KEPRI - Direktur Reserse Krimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K, M.H saat ditemui Jumat (12/12/2025). Ia menegaskan status anak di Batam berumur 13 tahun yang sempat mengirim ancaman bom ke grup WhatsApp sekolah. 

Ringkasan Berita:
  • Ulah seorang anak di Batam berumur 13 tahun jadi perhatian penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri, setelah mengirim ancaman bom ke grup WhatsApp sekolah.
  • Polisi sebut statusnya masih saksi dengan pendekatan psikologis.
  • Diduga terpengaruh game daring, Roblox, selain konten lainnya.

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Seorang anak berumur 13 tahun di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyita perhatian penyidik Polda Kepri.

Polisi sampai menyelidiki anak di Batam ini setelah mengirim ancaman bom di grup WhatsApp sekolah.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Safrudin,S.I.K.,M.H melalui Direktur Reserse Krimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Mangombo Marusaha Simamora, S.I.K, M.H mengungkap jika anak itu masih berstatus saksi dengan pendekatan psikologis.

Meski pesan ancaman yang beredar sempat membuat resah, pihaknya memastikan proses penanganan harus mempertimbangkan kondisi pelaku yang masih di bawah umur.

“Pelakunya anak 13 tahun. Dia ikut-ikutan, sifatnya try and error. Tapi tetap berdampak bagi orang yang menerima ancaman itu,” ujar Silvester, Jumat (12/12/2025).

Penyidik Polda Kepri sedang menunggu hasil psikologis dari anak di Batam itu.

Penyidik Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kepri ke Semarang setelah jejak digital ancaman mengarah ke wilayah tersebut.

Silvester menyampaikan tidak ada hasil pendalamanan dari sana 

Hasil penyelidikan sampai saat ini, Silvester menyebut tidak ditemukan adanya ‘pelatih’ atau pembimbing yang mendorong anak tersebut melakukan ancaman.

“Tidak ada. Tidak ada pelatih,” tegasnya.

Namun ia mengungkap, motivasi anak itu diduga kuat berasal dari pengaruh permainan daring khususnya game Roblox serta paparan konten-konten tertentu yang bersifat imitasi.

“Banyak pengaruh dari permainan online. Ada sebagian dari konten lain, tapi dominannya dari Roblox,” ujarnya.

Ia memastikan anak tersebut tidak ditahan. Ia telah dimintai keterangan dan dikembalikan ke orang tua sambil menunggu pemeriksaan lanjutan.

“Kita minta keterangan orang tua dan sekolah juga. Semua kita verifikasi,” kata Silvester.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved