Selasa, 28 April 2026

Perairan Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam, Nelayan Terpukul hingga Wisata Terancam 

Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata

|
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati

Setelah seluruh kru dinyatakan selamat, barulah perhatian beralih pada muatan kapal.

Kapal tersebut diketahui mengangkut limbah hitam hasil pembersihan tangki kapal tanker. 

Kapal itu rencananya akan menuju ke Batu Ampar. Dalam kondisi kapal miring dan air laut pasang pada malam hari, muatan limbah keluar dengan sendirinya dan jatuh ke laut.

"Karena dia miring air terus masuk, muatannya keluar sendiri. Bukan sengaja dibuang," kata Jo.

Terkait jenis limbahnya, ia menduga ratusan plastik dan jumbo bag yang dibawa merupakan limbah B3 jenis slag yang kental dan kemudian menyebar mengikuti arus. 

Potret tercemarnya air laut oleh limbah B3 di Perairan Dangas, Sekupang, Kota Batam
Potret tercemarnya air laut oleh limbah B3 di Perairan Dangas, Sekupang, Kota Batam (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

 

Sebagian lainnya menggumpal, sebagian lagi mencemari perairan dangkal dan pesisir Pantai Dangas hingga Tangga Seribu.

"Kami menduga ini slag, karena kental, lalu lama-lama mengeras dan menggumpal," ungkapnya lagi.

Jo mengatakan, jika seluruh jumbo bag pecah, dampaknya bisa jauh lebih parah. Ia menyebut ikan berpotensi mati dan mengapung.

Beruntung, sebagian limbah masih sempat diangkat oleh warga dan nelayan pada malam kejadian. 

"Kami sama nelayan di sini bantu angkat kan biar ga menyebar. Sekitar tiga ton limbahnya itu berhasil dikumpulkan untuk mencegah kerusakan lebih luas," tuturnya.

Namun saat air pasang naik, limbah kembali terbawa arus dan mencemari area yang sebelumnya sudah dibersihkan.

"Sudah kami angkut 3 ton, karena air pasang ini lah ke pesisir semua, kalau dibersihkan perkiraan mungkin bisa ini 10 ton," kata Jo.

Dampak pencemaran kini dirasakan luas, baik oleh nelayan maupun pengelola wisata.

Sebagai nelayan, Jo mengaku aktivitas melaut terganggu. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved