Perairan Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam, Nelayan Terpukul hingga Wisata Terancam
Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ikan-ikan menjauh dari kawasan tersebut, sementara alat tangkap seperti bubu berpotensi rusak karena tercemar minyak.
"Iya betul, sebentar lagi juga imlek. Kami nyari juga untuk dingkis. Tapi mau gimana lagi, minyak itu lengket ke bubu. Kepiting nggak mau masuk lagi," keluhnya.
Ia menyebut, kawasan Dangas merupakan daerah tangkapan nelayan dari berbagai wilayah, mulai dari Sekupang, Tanjung Uma, Batu Merah, hingga Belakang Padang dan Seraya.
"Kalau dihitung khusus Dangas ada sekitar 30 nelayan. Kalau keseluruhan, ratusan nelayan terdampak," katanya.
Sebagai pengelola wisata, pria 52 tahun ini mengatakan Kawasan Wisata Tangga Seribu juga direncankan akan ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.
"Pengunjung datang ke Tangga Seribu kadang kan ada yang mandi-mandi juga kan, mancing. Ini minyak, bahaya kalau mandi. Rencana kita tutup," bebernya.
Ia memperkirakan pemulihan kawasan wisata bisa memakan waktu lama.
Bahkan, kondisi ideal bisa kembali seperti semula dalam kurun waktu satu tahun.
Kerugian pun tak terelakkan. Jo memperkirakan potensi kerugian wisata mencapai ratusan juta rupiah.
"Kita hitung kecil saja, satu hari Rp1 hingga Rp2 juta. Kalau setahun, sekitar Rp200 jutaan. Itu baru yang kelihatan," katanya.
Sementara itu, berbagai pihak sudah turun ke lokasi, mulai dari Polairud, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga instansi lingkungan hidup.
Sampel limbah juga telah diambil untuk keperluan pemeriksaan.
Namun hingga kini, belum ada pembicaraan resmi terkait kompensasi maupun rencana pembersihan lanjutan dari pihak perusahaan pemilik kapal.
"Kita berharap perusahaan bertanggung jawab. Ini bukan semata bencana alam, ada kelalaian," tegas Jo.
Ia berharap pembersihan segera dilakukan dan perusahaan tidak menunggu diminta untuk bertanggung jawab atas dampak pencemaran.
"Walaupun yang bersihkan kita, mereka harus ada andilnya. Kontribusinya jelas," pungkasnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
| Dua Terdakwa Pembunuhan Dwi Putri di Batam Tampil Beda, Sempat Menangis Jelang Sidang |
|
|---|
| Fakta Baru Terungkap usai Rekonstruksi Kematian Bripda Natanael di Batam, Dugaan Pembiaran Disorot |
|
|---|
| Amsakar Bahagia Angka Kemiskinan dan Stunting di Batam Turun, Bukti Pembangunan Berdampak Nyata |
|
|---|
| Ayah Bripda Natanael Tahan Amarah, Saksikan Rekonstruksi Anaknya Dihajar hingga Tewas di Batam |
|
|---|
| Genjot PAD, Pemko Batam Perkuat Digitalisasi Pembayaran Pajak dan Retribusi |
|
|---|