BERITA POPULER BATAM
Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Saya Takut Bapak Presiden, Ancamannya Hukuman Mati
Daftar 7 Berita Populer pilihan Hari Ini Senin 2 Februari 2026, Fandi: Saya Takut Bapak Presiden, Ancamannya Hukuman Mati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sulaiman, ayah Fandi Ramadhan, terdakwa kasus penyelundupan narkoba hampir 2 ton sabu, masih menyimpan harapan untuk anak sulungnya, jelang sidang pembacaan tuntutan, Kamis (5/2/2026) mendatang di Pengadilan Negeri Batam
Ayah enam anak asal Medan itu berharap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim memberikan keringanan hukuman atas perkara yang menjerat putranya.
Sulaiman, ayah Fandi, juga mengungkap anaknya membuat surat tulisan tangan yang akan dikirim ke Presiden Prabowo.
"Kemarin saya dapat kiriman dari anak saya lewat pengacara, ngirim surat tulisan tangan. Tulisan tangan anak sulung saya," ujar Sulaiman kepada Tribun Batam, Minggu (1/2/2026).
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Fandi menyampaikan permohonan perlindungan dan keselamatan hukum sebagai anak bangsa.
"Saya takut sekali Bapak Presiden, apalagi ancaman hukumannya, hukuman mati," tulis Fandi dalam surat tersebut yang diterima Tribun Batam.
Di Bintan karung-karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.
Jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan karung. Temuan ini membuat sejumlah wisatawan di Pantai Trikora resah.
Mereka jadi risih saat berenang di pantai tersebut.
"Awalnya saya mau berenang, lihat karung berisi minyak hitam berserakan, saya jadi geli mau berenang," kata Nopi, Minggu (1/2/2026).
Dua informasi itu adalah di antara berita populer pilihan hari ini, berikut informasinya :
Belasan Tahun Tanpa Kepastian, Warga Perumahan Marcelia Kembali Mengadu ke DPRD Batam
Ringkasan Berita:
- Warga berharap DPRD Batam dapat membantu menyelesaikan konflik berkepanjangan terkait hak atas rumah dan lahan yang hingga kini belum menemui titik terang
- Konsumen membeli rumah dengan harga berkisar Rp50 juta hingga Rp125 juta, sesuai tipe dan luas tanah
- Tahun 2002, konflik antara PT PSK dan PT Antara pecah. Dampaknya, proses akad kredit dihentikan oleh Bank BTN dan pembangunan perumahan terhenti
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Puluhan warga Perumahan Marcelia Tahap II, Batam Center, kembali mendatangi DPRD Kota Batam untuk menuntut kejelasan atas persoalan yang mereka alami selama belasan tahun.
Kedatangan warga tersebut untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi I DPRD Batam.
RDPU digelar di ruang rapat Komisi I DPRD Batam dan dipimpin Ketua Komisi I Muhammad Fadhli, didampingi anggota komisi Muhammad Mustofa dan Anwar Anas, Jumat (30/1/2026).
Dalam forum tersebut, warga berharap DPRD Batam dapat membantu menyelesaikan konflik berkepanjangan terkait hak atas rumah dan lahan yang hingga kini belum menemui titik terang.
Perairan Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam, Nelayan Terpukul hingga Wisata Terancam
Ringkasan Berita:
- Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera angkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam
- Muatan limbah diduga jenis slag tumpah ke laut dan mencemari perairan, pesisir Pantai Dangas hingga Kawasan Wisata Tangga Seribu, menimbulkan bau menyengat serta merusak ekosistem
- Nelayan dan warga setempat berhasil mengevakuasi tujuh kru kapal dan mengangkat sekitar tiga ton limbah, namun air pasang membuat pencemaran kembali meluas dan mengganggu aktivitas melaut ratusan nelayan
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam, Kamis (29/1/2026) sore, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata setempat.
Dampak tersebut meliputi pencemaran air laut, kerusakan ekosistem pesisir, aroma minyak yang menyengat, hingga terganggunya aktivitas usaha dan kawasan wisata di sekitar lokasi.
Seorang nelayan sekaligus humas Kawasan Wisata Tangga Seribu, Joni Ramson, menceritakan detik-detik awal kejadian kapal angkut limbah hitam tersebut kandas.
Sore itu, sekira pukul 16.30 WIB, cuaca ekstrem melanda perairan sekitar Dangas pada Kamis.
Warga Pinangmas Tanjungpinang Terpaksa Beli Air, Sudah 4 Bulan Suplai Air Tak Lancar
Ringkasan Berita:
- Warga Perumahan Pinangmas Residence alami krisis air bersih empat bulan ini akibat suplai air yang tidak lancar
- Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp60 ribu per 1.000 liter yang hanya cukup digunakan selama beberapa hari
- Pengelola air menyebut gangguan terjadi karena kerusakan mesin penyedot air tanah dan rencanakan kenaikan tarif air
- Pihak pengelola berjanji akan melakukan perbaikan dan menaikkan tarif air guna menutup biaya operasional
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Wilayah terdampak krisis air bersih meluas di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Warga Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, ikut merasakan hal ini.
Mereka sudah 4 bulan kesulitan dapat air bersih. Warga menyebut, kondisi ini sudah terjadi sejak Oktober 2025 - Januari 2026.
Mirisnya lagi, bukan masalah musim kemarau yang memuat suplai air warga terbatas, namun masalah pengelolaan air di Pinangmas Residence dari pengembang yang diserahkan ke pengelola air.
Perlu diketahui, selama ini air yang digunakan warga itu berasal dari air sumur.
Kini untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa membeli air tangki dari luar sebanyak 1.000 liter dengan harga Rp60 ribu.
BP Batam Bentuk Tim Khusus Kaji Ulang Perjanjian Kerja Sama Air Bersih dengan PT Moya
Ringkasan Berita:
- BP Batam membentuk tim task force untuk mengkaji ulang Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan air bersih dengan PT Moya Indonesia
- Hasil kajian awal menemukan sejumlah kelemahan PKS yang akan diperbaiki melalui amandemen
- Saat ini terdapat 18 wilayah stress area, sementara BP Batam baru memiliki anggaran Rp141 miliar untuk menangani sembilan wilayah
- Untuk jangka pendek, BP Batam melakukan rekayasa jaringan dan distribusi air tangki
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam membentuk tim task force untuk mengkaji ulang Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan air bersih dengan PT Moya Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul masih maraknya gangguan suplai air di sejumlah wilayah di Batam, yang masuk dalam kategori stress area.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang dipimpin langsung Kepala BP Batam Amasakar Achmad.
Tim ini diketuai Denny Tondano, dengan Iyus Rusmana sebagai Wakil Ketua I dan Fesly Abadi Paranoan sebagai Wakil Ketua II, serta melibatkan seluruh unit kerja terkait.
Temuan Kerangka Diduga Manusia di Kampung Teregeh Lingga, Polisi Turun ke Lokasi
Ringkasan Berita:
- Penemuan kerangka diduga manusia di bawah rumah warga pesisir Kampung Teregeh, Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, Minggu (1/2) gegerkan warga setempat
- Kerangka itu ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB dan kondisinya sudah tidak utuh
- Kepala Desa Sekanah, M. Nazar Iman, menyebut warga pertama kali menemukan kerangka tersebut lalu melaporkannya ke aparat desa dan kepolisian
- Kapolsek Daik, Iptu Suhendri menyatakan polisi telah turun ke lokasi untuk penelusuran dan proses penyelidikan lebih lanjut
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Penemuan kerangka diduga manusia di Kampung Teregeh, Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), pada Minggu (1/2/2026), menggegerkan warga setempat.
Kerangka itu ditemukan persis di bawah rumah warga yang berada di kawasan pesisir.
Hal ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait asal-usul kerangka diduga manusia tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Sekanah, M. Nazar Iman, membenarkan penemuan dugaan kerangka manusia tersebut.
Nazar menerangkan, kerangka itu ditemukan sekira pukul 16.00 WIB, Minggu, di Kampung Teregeh, RT 02/RW 02 Dusun I, Desa Sekanah.
"Saya Takut Hukuman Mati, Pak Presiden", Isi Surat Fandi ke Prabowo Bikin Ayahnya Menangis
Ringkasan Berita:
- Sulaiman berharap Jaksa dan Majelis Hakim memberi keringanan hukuman kepada Fandi Ramadhan jelang sidang tuntutan kasus penyelundupan hampir 2 ton sabu di PN Batam
- Ia menangis setelah membaca surat tulisan tangan anaknya yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto
- Dalam surat itu, Fandi mengaku hanya bekerja sebagai ABK dan merasa takut menghadapi ancaman hukuman mati
- Fandi merupakan salah satu dari enam terdakwa kasus penyelundupan 1.995.130 gram sabu yang dicegat di perairan Karimun
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sulaiman, ayah Fandi Ramadhan, salah satu terdakwa kasus penyelundupan narkoba hampir 2 ton sabu, masih menyimpan harapan untuk anak sulungnya, jelang sidang pembacaan tuntutan, Kamis (5/2/2026) mendatang di Pengadilan Negeri Batam
Ayah enam anak asal Medan itu berharap, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim memberikan keringanan hukuman atas perkara yang menjerat putranya.
Sulaiman, ayah Fandi, mengaku menerima surat tulisan tangan dari anak sulungnya yang kini ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam. Surat itu diterimanya melalui kuasa hukum.
"Kemarin saya dapat kiriman dari anak saya lewat pengacara, ngirim surat tulisan tangan. Tulisan tangan anak sulung saya," ujar Sulaiman kepada Tribun Batam, Minggu (1/2/2026).
Wisatawan Gagal Nikmati Pantai Trikora Bintan, Karung Minyak Hitam Berserakan Bikin Risih
Ringkasan Berita:
- Puluhan karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Bintan, hingga meresahkan wisatawan yang hendak berenang
- Minyak hitam juga sebelumnya mencemari Mutiara Beach Resort dengan tekstur kental dan bau menyengat
- Pelaku usaha pariwisata menilai pencemaran ini berdampak serius terhadap citra Bintan, ekonomi masyarakat, serta sektor pariwisata dan nelayan
- DLHK Kepri menyatakan akan menangani serius pencemaran minyak hitam yang kerap terjadi
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Karung berisi minyak hitam berserakan di pesisir Pantai Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Jumlahnya cukup banyak mencapai puluhan karung. Temuan ini membuat sejumlah wisatawan di Pantai Trikora resah.
Mereka jadi risih saat berenang di pantai tersebut.
"Awalnya saya mau berenang, lihat karung berisi minyak hitam berserakan, saya jadi geli mau berenang," kata Nopi, Minggu (1/2/2026).
Ia mengatakan, minyak hitam itu masih berada di dalam karung. Tidak hanya di atas pasir, ia juga melibat beberapa karung lainnya tergenag di laut.
"Saya sempat melihat minyak hitam itu tergenang di laut," katanya.
[ tribunbatam.id ]
Daftar Berita Populer
Berita Populer Pilihan Hari Ini
Berita Populer Tribun Batam Hari Ini
berita populer hari ini
Berita Populer Batam
Berita Populer
| Daftar 7 Berita Hari Ini, Soal UWT Perumahan Puskopar, BP Batam Beri Waktu Pengembang Hingga Juni |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Calon Penumpang Tinggalkan Koper Berisi 1,3 Kg Sabu di Bandara RHF |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Polda Kepri Bongkar Markas Judi Online, Amankan 24 WNA |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, 2 Bocah di Tanjungpiayu Batam Tewas Tenggelam di Waduk Perumahan |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan, Perjuangan Pelajar ke Sekolah di Natuna, Arungi Laut Saat Air Surut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sulaiman-fandi-dan-surat.jpg)