Sabtu, 11 April 2026

Rutan Batam

Tangis Keluarga WBP Pecah Saat Berpelukan, Rutan Buka Kunjungan Lebaran

Pada perayaan Idulfitri tahun ini, pihak rutan memberikan kesempatan khusus bagi warga binaan untuk bertemu langsung dengan keluarga tanpa sekat.

Pertanian Sitanggang/TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang
KUNJUNGAN - Keluarga dan warga binaan saat menikmati kenersamaan pada momen kunjungan benas idulfitri di Rutan kelas IIA Batam, Sabtu (21/3/2026). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai hari pertama kunjungan terbuka di Rutan Kelas IIA Batam pada momen Idulfitri 1447 Hijriah. 

Tangisan bahagia, pelukan erat, serta tawa keluarga yang lama terpisah menjadi pemandangan yang mendominasi halaman olahraga rutan, Sabtu (21/3/2026).

Pada perayaan Idulfitri tahun ini, pihak rutan memberikan kesempatan khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan(WBP) untuk bertemu langsung dengan keluarga tanpa sekat jeruji, melalui program kunjungan terbuka yang berlangsung selama tiga hari. 

Untuk mendukung kegiatan tersebut, petugas rutan menyiapkan tenda besar di area lapangan olahraga di dalam Rutan Batam. 

Di bawah tenda inilah warga binaan duduk bersama keluarga, bercengkerama, berbagi cerita, dan menikmati hidangan yang dibawa dari rumah. 

Suasana yang biasanya penuh keterbatasan berubah menjadi hangat dan akrab, layaknya pertemuan keluarga pada umumnya di Hari Raya.

Di lapangan terlihat beberapa keluarga tak kuasa menahan air mata saat akhirnya bisa memeluk anggota keluarga mereka setelah sekian lama hanya bertatap muka dari balik jeruji besi. 

Momen makan bersama menjadi bagian paling berkesan, karena selama ini mereka hanya bisa bertemu dalam waktu singkat dan dengan pembatas.

Salah seorang pengunjung yang datang dari pulau bersama dua anaknya, Siti mengaku telah menantikan momen ini sejak lama. 

Suaminya telah menjalani masa tahanan di rutan selama tiga tahun terakhir, dan ini merupakan tahun kedua ia merayakan Idulfitri dengan berkunjung ke rutan.

“Biasanya kalau menjenguk, kami hanya bisa saling melihat karena terbatas jeruji. Hari ini kami bisa duduk dan makan bersama. Rasanya sangat berbeda,” kata Siti.

Hal serupa juga dirasakan Aldo, warga Nongsa yang datang bersama keluarga usai melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. 

Aldo mengaku sengaja berangkat sejak dini hari agar dapat tempat di Masjid Sultan, dan usai salat langsung menuju rutan untuk bertemu anaknya yang sedang menjalani masa pembinaan.

“Kami berangkat dari rumah pukul 04.30 WIB supaya bisa salat di dalam masjid. Setelah itu langsung ke sini agar bisa lebih lama berkumpul dengan anak,” katanya.

Aldo, mengatakan meski waktu kunjungan tetap dibatasi, kesempatan untuk makan bersama dan berbincang tanpa sekat sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved