BERITA POPULER BATAM
Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Penemuan Mayat di Batam dan Lingga
Daftar 7 Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini Rabu 29 April 2026, Penemuan Mayat yang tewas tak wajar di Batam dan Lingga
Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto, menyampaikan insiden memilukan tersebut dipicu masalah sepele.
Korban dinilai terlambat atau sering menunda-nunda dalam mengumpulkan tugas sekolah.
"Di sekolah ini kami terapkan jiwa korsa. Satu siswa belum kumpul yang lain kena dampaknya," kata Doni, Selasa (28/4/2026).
Motif ini sangat mengejutkan karena masalah akademik yang seharusnya diselesaikan dengan cara edukatif, justru berakhir menjadi aksi kekerasan fisik dan verbal, hingga viral di media sosial (medsos).
"Setelah kami dalami, pemicu utamanya adalah masalah tugas. Pelaku merasa kesal karena korban dinilai sering terlambat, lambat, atau tidak segera mengumpulkan tugas yang diberikan dalam kelompok," lanjutnya.
Korban merupakan bagian dari kelompok belajar atau tugas bersama pelaku.
Polda Kepri Dalami Dugaan Pembiaran Terkait Kematian Bripda Natanael
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polda Kepri berupaya mengusut tuntas kasus penganiayaan berujung meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit (20) yang melibatkan sesama anggota kepolisian.
Apalagi ada sorotan tajam dari kuasa hukum keluarga. Mereka menilai ada dugaan pembiaran penyidik terhadap saksi lain di lokasi kejadian, yang tidak diperiksa dalam kasus pidana.
Merespons itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan saat ini Polda Kepri tengah melakukan pendalaman lebih lanjut atas sorotan kuasa hukum keluarga.
Terkait isu pembiaran, diakuinya Polda Kepri belum mengambil kesimpulan dan masih melakukan kajian hukum secara mendalam.
“Untuk dugaan pembiaran, itu masih perlu pendalaman dan kami juga berkoordinasi dengan ahli hukum,” ujarnya di Media Center Polda Kepri, Selasa (28/4/2026).
Guru di Sekolah Djuwita Batam Trauma dan Tak Mau Mengajar Setelah Dapat Intimidasi Preman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua dari tiga guru di Sekolah Djuwita Batam mengalami trauma mendalam dan disebut enggan kembali mengajar setelah mengalami intimidasi dari sejumlah pria yang diduga preman, yang dibawa oleh seorang wali murid.
Sumber TribunBatam.id menyebutkan, pascakejadian tersebut kondisi psikologis para guru sangat terguncang. Mereka bahkan terus menangis usai insiden itu.
Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah yang khawatir akhirnya mengambil langkah dengan membawa kedua guru tersebut ke psikiater untuk mendapatkan penanganan.
"Mereka terus menangis. Selama ini mereka hanya mengajar anak-anak kecil, bahkan usianya di bawah tiga tahun. Tidak pernah menghadapi situasi seperti ini, apalagi sampai diintimidasi dan dipaksa seperti itu," ujar sumber tersebut.
Berita Pilihan
Berita Pilihan Tribun Batam
daftar berita pilihan hari ini
Daftar Berita Populer
Berita Populer Pilihan Hari Ini
Berita Populer Tribun Batam Hari Ini
berita populer hari ini
Berita Populer Batam
Berita Populer
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Rekonstruksi 37 Adegan Ungkap Detik-detik Kematian Bripda Natanael |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Sidang Kasus Pembunuhan Dwi Putri DIjadwalkan Sidang Senin Ini |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Li Claudia Sebut Tenaga Kerja di Batam Lebih Banyak KTP Luar Batam |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Dipecat Dalam Kasus Kematian Bripda Natanael, 3 Polisi Banding |
|
|---|
| Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Jas Hujan Nyangkut di Gir Motor, Wanita di Bintan Tewas Terhempas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/28042026penemuan-mayat-di-Batam.jpg)