Kamis, 30 April 2026

BERITA POPULER BATAM

Daftar 7 Berita Pilihan Hari Ini, Penemuan Mayat di Batam dan Lingga

Daftar 7 Berita Populer Pilihan Tribun Batam Hari Ini Rabu 29 April 2026, Penemuan Mayat yang tewas tak wajar di Batam dan Lingga

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Tribun Batam/Ucik Suwaibah
PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, arah Batuampar ke Seraya Atas, Selasa (28/4/2026) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di Batam, seorang pria ditemukan tak bernyawa di sebuah pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, arah Batuampar ke Seraya Atas pada Selasa (28/4/2026) sore.

Lokasi penemuan mayat berada sebelum gang masuk ke Bengkong Garama.

Pria berjaket hitam, dan mengenakan topi berwarna merah itu ditemukan sudah dalam kondisi pembusukan lanjut.

Bau busuk tercium menyeruak di lokasi kejadian.

Di Lingga, Warga Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan terkubur di belakang rumah warga, Selasa (28/4/2026) sore.

Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di lokasi yang berjarak kurang lebih 50 meter dari jalan raya. Jasad pertama kali di ketahui saat tercium bau menyengat oleh warga.

Masih di Batam, Polisi membongkar praktik eksploitasi anak dengan modus prostitusi online di Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Dua orang yang diduga berperan sebagai muncikari ditangkap Unit Reskrim Polsek Sagulung, setelah polisi melakukan penyamaran sebagai pelanggan.

Polisi mengamankan laki-laki berinisial R alias N (22) di salah satu hotel di kawasan Sagulung dan Nf alias S (19).

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga ada anak di bawah umur yang diduga diperjualbelikan kepada pria hidung belang.

Tiga informasi itu adalah di antara 7 berita populer pilihan hari ini, berikut informasinya :

Praktik Prostitusi Online Libatkan Anak di Sagulung Batam Terbongkar, 2 Muncikari Ditangkap

PELAKU EKSPLOITASI ANAK - Pelaku eksploitasi anak di Batam ditangkap Unit Reskrim Polsek Sagulung, baru-baru ini. Pelaku menawarkan anak di bawah umur kepada pria hidung belang
PELAKU EKSPLOITASI ANAK - Pelaku eksploitasi anak di Batam ditangkap Unit Reskrim Polsek Sagulung, baru-baru ini. Pelaku menawarkan anak di bawah umur kepada pria hidung belang (Tribun Batam/Dok. Polsek Sagulung)

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Praktik eksploitasi anak dengan modus prostitusi online di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, akhirnya terbongkar.

Dua orang yang diduga berperan sebagai muncikari ditangkap Unit Reskrim Polsek Sagulung, usai polisi melakukan penyamaran sebagai pelanggan.

Polisi mengamankan seorang laki-laki berinisial R alias N (22) di salah satu hotel di kawasan Sagulung dan Nf alias S (19).

Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga ada anak di bawah umur yang diduga diperjualbelikan kepada pria hidung belang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, polisi bergerak melakukan penyelidikan tertutup.

Baca Selengkapnya

Breaking News, Pria di Batam Ditemukan Tewas Membusuk di Pohon

PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, arah Batuampar ke Seraya Atas, Selasa (28/4/2026)
PENEMUAN MAYAT - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, arah Batuampar ke Seraya Atas, Selasa (28/4/2026). (Tribun Batam/Ucik Suwaibah)

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang pria ditemukan tak bernyawa di sebuah pohon di pinggir Jalan Yos Sudarso, arah Batuampar ke Seraya Atas pada Selasa (28/4/2026) sore.

Lokasi penemuan mayat berada sebelum gang masuk ke Bengkong Garama.

Pria berjaket hitam, dan mengenakan topi berwarna merah itu ditemukan sudah dalam kondisi pembusukan lanjut.

Bau busuk tercium menyeruak di lokasi kejadian.

"Kayaknya sudah mau seminggu lah mayat itu. Udah menghitam," ujar warga sekitar.

Baca Selengkapny

Breakingnews, Perempuan Ditemukan Tewas dan Terkubur di Lingga, Ada Tato Bertuliskan Diana

Warga Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang terkubur di belakang rumah warga, Selasa (28/4/2026) sore.
Warga Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang terkubur di belakang rumah warga, Selasa (28/4/2026) sore.(Tribunbatam.id/Febriyuanda)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Warga Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, digegerkan dengan penemuan jasad seorang perempuan yang terkubur di belakang rumah warga, Selasa (28/4/2026) sore.

Penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di lokasi yang berjarak kurang lebih 50 meter dari jalan raya.

Titiknya tidak jauh dari simpang Setajam, Dabo Singkep, tepatnya di kawasan deretan SMAN 2 Singkep, berseberangan dengan Kantor Imigrasi Dabo Singkep.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad pertama kali di ketahui saat tercium bau menyengat oleh warga.

Sehingga, Tim Polsek Dabo Singkep turun ke lokasi untuk menindaklanjuti kecurigaan tersebut.

Baca Selengkapnya

Penyebab Perundungan di SMKN 1 Bintan Terungkap, Korban Dianiaya Karena Lambat Kumpulkan Tugas

BULLYING  - Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto sedang menjelaskan kasus bullying siswa di sekolahnya, Selasa (28/4/2026).
BULLYING - Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto sedang menjelaskan kasus bullying siswa di sekolahnya, Selasa (28/4/2026).(Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng)

TRIBUNBATAM.id, BINTAN  - Penyebab kasus bullying di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, terungkap.

Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto, menyampaikan insiden memilukan tersebut dipicu masalah sepele.

Korban dinilai terlambat atau sering menunda-nunda dalam mengumpulkan tugas sekolah.

"Di sekolah ini kami terapkan  jiwa korsa. Satu siswa belum kumpul yang lain kena dampaknya," kata Doni, Selasa (28/4/2026).
 
Motif ini sangat mengejutkan karena masalah akademik yang seharusnya diselesaikan dengan cara edukatif, justru berakhir menjadi aksi kekerasan fisik dan verbal, hingga viral di media sosial (medsos).

"Setelah kami dalami, pemicu utamanya adalah masalah tugas. Pelaku merasa kesal karena korban dinilai sering terlambat, lambat, atau tidak segera mengumpulkan tugas yang diberikan dalam kelompok," lanjutnya.
 
Korban merupakan bagian dari kelompok belajar atau tugas bersama pelaku.

Baca Selengkapnya

Polda Kepri Dalami Dugaan Pembiaran Terkait Kematian Bripda Natanael

REKA ADEGAN - Reka adegan rekontruksi penganiayaan yang menewaskan Bripda Natanael di mess rusun Bintara Polda Kepri, Senin (27/4/2026). Polda Kepri masih lakukan pendalaman terkait kasus ini termasuk soal ada dugaan pembiaran terkait kematian Bripda Natanael
REKA ADEGAN - Reka adegan rekontruksi penganiayaan yang menewaskan Bripda Natanael di mess rusun Bintara Polda Kepri, Senin (27/4/2026). Polda Kepri masih lakukan pendalaman terkait kasus ini termasuk soal ada dugaan pembiaran terkait kematian Bripda Natanael(Tribun Batam/Beres Lumbantobing)

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polda Kepri berupaya mengusut tuntas kasus penganiayaan berujung meninggalnya Bripda Natanael Simanungkalit (20) yang melibatkan sesama anggota kepolisian. 

Apalagi ada sorotan tajam dari kuasa hukum keluarga. Mereka menilai ada dugaan pembiaran penyidik terhadap saksi lain di lokasi kejadian, yang tidak diperiksa dalam kasus pidana. 

Merespons itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan saat ini Polda Kepri tengah melakukan pendalaman lebih lanjut atas sorotan kuasa hukum keluarga. 

Terkait isu pembiaran, diakuinya Polda Kepri belum mengambil kesimpulan dan masih melakukan kajian hukum secara mendalam.

“Untuk dugaan pembiaran, itu masih perlu pendalaman dan kami juga berkoordinasi dengan ahli hukum,” ujarnya di Media Center Polda Kepri, Selasa (28/4/2026).

Baca Selengkapnya

Guru di Sekolah Djuwita Batam Trauma dan Tak Mau Mengajar Setelah Dapat Intimidasi Preman

PREMANISME DI SEKOLAH DJUWITA - Aksi Premanisem terekam CCTV. terlihat jelas mereka mengintimidasi tiga guru perempuan. Preman tersebut datang dibawa oleh wali murid yang anaknya tidak mau sekolah
PREMANISME DI SEKOLAH DJUWITA - Aksi Premanisem terekam CCTV terlihat jelas mereka mengintimidasi tiga guru perempuan. Preman tersebut datang dibawa oleh wali murid yang anaknya tidak mau sekolah. (Tribun Batam/istimewa)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua dari tiga guru di Sekolah Djuwita Batam mengalami trauma mendalam dan disebut enggan kembali mengajar setelah mengalami intimidasi dari sejumlah pria yang diduga preman, yang dibawa oleh seorang wali murid.

Sumber TribunBatam.id menyebutkan, pascakejadian tersebut kondisi psikologis para guru sangat terguncang. Mereka bahkan terus menangis usai insiden itu.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah yang khawatir akhirnya mengambil langkah dengan membawa kedua guru tersebut ke psikiater untuk mendapatkan penanganan.

"Mereka terus menangis. Selama ini mereka hanya mengajar anak-anak kecil, bahkan usianya di bawah tiga tahun. Tidak pernah menghadapi situasi seperti ini, apalagi sampai diintimidasi dan dipaksa seperti itu," ujar sumber tersebut.

Selama ini, para guru tersebut terbiasa berinteraksi dengan anak-anak yang masih balita, yang dikenal polos dan menggemaskan. Situasi mencekam seperti yang mereka alami menjadi pengalaman yang sangat mengguncang.

Baca Selengkapnya

Polresta Barelang Musnahkan Ribuan Liquid Vape Narkotika dan 1 Kg Sabu, 13 Tersangka Diamankan

PEMUSNAHAN -  Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono saat memusnahkan narkoba di mapolesta Barelang
PEMUSNAHAN - Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono saat memusnahkan narkoba di mapolesta Barelang(Tribun Batam/Eko Setiawan)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus selama dua bulan terakhir, yakni periode Maret hingga April 2026.

Pemusnahan tersebut dilakukan di halaman Mapolresta Barelang dan dihadiri sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam, Bea Cukai Batam, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Batam, serta Kejaksaan Negeri Batam.

Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus, menjelaskan bahwa barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 12 laporan polisi.

Adapun rinciannya meliputi lebih dari 1.931 kemasan cairan rokok elektrik (liquid vape) yang mengandung narkotika, serta sabu-sabu dengan berat lebih dari 1 kilogram.

“Seluruh barang bukti dimusnahkan menggunakan alat khusus milik BNN,” ujar AKBP Fadli Agus di hadapan awak media.

Baca Selengkapnya

[ tribunbatam.id ]

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved