Kamis, 14 Mei 2026

MAYAT WANITA TERKUBUR DI LINGGA

Kasus Suami Bunuh Istri di Lingga, Jaka Dihantui Bayangan Korban hingga Ingin Cari Orang Pintar

Hidup Jaka tak tenang usai bunuh istrinya, Syafitri Yana di Lingga. Pelaku melarikan diri dan mau cari orang pintar ke Ponorogo, Jawa Timur

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
PEMBUNUHAN DI LINGGA - Kolase foto korban pembunuhan di Lingga, Syafitri Yana semasa hidup (kiri), dan pelaku, Zakaria alias Jaka (kanan). Korban merupakan istri siri pelaku. Kasus suami bunuh istri di Lingga ini bukan yang pertama bagi Jaka. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di balik pengungkapan kasus suami bunuh istri di Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), polisi ungkap cerita lain di baliknya.

Ternyata, setelah menghabisi nyawa istri sirinya, Syafitri Yana, Minggu (26/4/2026) lalu, hidup Zakaria alias Jaka (43) tak tenang.

Ia melarikan diri dan berpindah-pindah tempat, satu di antaranya karena merasa dihantui bayang-bayang korban.

Hal itu pula yang mendorong Jaka ingin mencari 'orang pintar'.

Rencana kepergiannya ke Ponorogo, Jawa Timur, juga bukan tanpa alasan.

Ia disebut ingin mencari 'orang pintar' di daerah pegunungan hutan di sana. 

Namun rencana Jaka kandas. Polisi meringkusnya di dalam bus yang hendak menuju Ponorogo. 

Pelarian Jaka pun berakhir di hari ke-10, usai jasad istri ketujuhnya itu ditemukan terkubur tak lazim di belakang sebuah rumah kontrakan di kawasan Jalan Kartini RT 002 RW 001, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Selasa (28/4/2026) sekira pukul 16.30 WIB.

"Pengakuan tersangka ini, dia mau ke Ponorogo. Mau mencari orang pintar di pegunungan hutan. Dia mau mencari ilmu hitam," ungkap Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, saat ungkap kasus di Mapolda Kepri di Batam, Senin (11/5/2026).

Disampaikannya, selama pelarian, pelaku mengaku merasa dihantui bayang-bayang istrinya, sehingga mendorongnya ingin mencari ilmu 'hitam'.

Pahala menyebut, penangkapan tersangka membutuhkan kerja keras tim gabungan karena pelaku terbilang lihai menghilangkan jejak.

“Pelaku ini cukup pandai menghindari kejaran aparat. Dia bergerak ke lokasi-lokasi yang jauh dari aktivitas petugas dan terus berpindah tempat,” ujarnya.

Usai menghabisi nyawa istrinya, Syafitri Yana pada Minggu, 26 April 2026 lalu, Jaka melarikan diri dari Lingga menuju Pulau Jawa. 

Sejak saat itu, keberadaannya terus diburu polisi. 

Dalam pelariannya, Jaka menggunakan nomor telepon baru atau gonta-ganti nomor untuk mengelabui petugas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved