TOPIK
PEMBUNUHAN BOS BANK BUMN
-
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengonfirmasi penambahan pasal pembunuhan terhadap tersangka.
-
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus tersebut pada Senin (17/11/2025).
-
Candy dan Dwi Hartono ternyata merupakan sindikat jaringan pembobolan dana nasabah yang menargetkan rekening dorman.
-
Memang Motif yang melatarbelakangi kasus penculikan berujung pada kematian Kepala Cabang (Kacab) Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta ialah
-
Brigjen TNI Wahyu menyebut motif ekonomi menjadi alasan Kopda FH dan Serka N melakukan perbuatan jahat.
-
Bonyamin menyebut korban sendiri bahkan sudah menyadarinya seminggu sebelum kejadian.
-
Bayaran menggiurkan itu datang dari tersangka utama berinisial JP. Perencanaan dimulai pada 17 Agustus 2025, saat JP mendatangi Serka N di rumahnya.
-
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra membeberkan pengakuan tersangka.
-
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, mengatakan identitas S sedang dalam pendalaman lebih lanjut.
-
Sebanyak 15 tersangka ditetapkan dalam kasus ini. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya
-
Kepala Cabang Bank BUMN Mohamad Ilham Pradipta belum meninggal saat dibuang oleh para tersangka kasus penculikan dan pembunuhan
-
Uang dengan jumlah besar di rek tabungan Dormant jadi alasan pembunuhan Bos Bank BUMN Ilham Pradipta. Korban diculik kemudian dipukul Hingga Tewas
-
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel Corps Polisi Militer (Cpm) Donny Agus Priyanto mengonfirmasi penetapan kedua tersangka tersebut.
-
Dua prajurit TNI (Serka) N dan Kopral Dua (Kopda) FH terlibat pembunuhan Kepala Cabang Bank Bumn Mohamad Ilham Pradipta
-
Sebanyak 16 orang terlibat dalam pembunuhan Kacab Bank BUMN tersebut, dan kini sudah ditetapkan menjadi tersangka.
-
Ketika kejadian berlangsung, FH diketahui berstatus tidak hadir tanpa izin dinas (THTI) dan tengah dicari oleh satuannya.
-
Kopda FH menjadi sorotan karena terlibat dalam kasus penculikan disertai pembunuhan Kepala Cabang Pembantu bank BUMN, Mohamad Ilham .
-
Oknum prajurit TNI Kopda FH merancang strategi penculikan hingga mencari aktor dalam pembunuhan Olham Pradipta
-
Meski belum membeberkan detail pangkat, jumlah, maupun status hukum prajurit yang diperiksa, langkah cepat Pomdam
-
Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) sudah turun tangan. Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto, mengakui pihaknya
-
Komandan Polisi Militer Kodam Jaya, Kolonel Corps Polisi Militer (Cpm) Donny Agus Priyanto mengaku pihaknya sedang melakukan pemeriksaan.
-
Belum diketahui secara pasti, apakah ponsel milik Ilham turut dicuri para pelaku penculikan disertai pembunuhan tersebut atau dibuang.
-
Menurut pengakuan Revinando, ia tidak mengetahui skenario dan target penculikan ternyata adalah Kacab Bank BUMN.
-
Meski memiliki kemampuan bela diri, Ilham tidak berhasil lolos hingga akhirnya dipaksa masuk ke mobil.
-
Dwi Hartono ternyata juga pernah terjerat kasus pemalsuan dokumen dan pernah divonis hakim.
-
Kesaksian tetangga rumah pelaku terkait sosok Dwi Hartono dan aktivitas di rumahnya.
-
Hanya saja, sejauh ini polisi belum dapat menemukan Handphone milik Mohamad Ilham Pradipta (37), kepala cabang bank BUMN di Jakarta Pusat
-
Kekecewaan tentu dirasakan warga Kebupaten Tebo atas kasus yang menjerat Dwi Hartono.
-
Momen interogasi pelaku yang berperan sebagai aktor intelektual yaitu tersangka C alias Ken langsung beredar di media sosial.
-
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, mengonfirmasih penetapan 15 tersangka kasus penculikan disertai pembunuhan Ilham.