TribunBatam/

BATAM TERKINI

Ungkap Kasus Suhu Hendra, Polda Kepri Surati Polda Metro Jaya

Polda Kepri menyurati Polda Metro Jaya di Jakarta terkait kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur Biksu Vihara Purnama Mahayana.

Ungkap Kasus Suhu Hendra, Polda Kepri Surati Polda Metro Jaya
Suhu Yo Chu Hi dan dua wanita saat tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (31/8/2017) sore. Hendra tersangka kasus dugaan ekspolitasi anak di vihara tempat ia bekerja. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Polda Kepri menyurati Polda Metro Jaya di Jakarta terkait kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur Biksu Vihara Purnama Mahayana Yo Chu Hi alias Hendra alias Suhu.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian Senin (11/9/2017) mengatakan, tujuan surat tersebut untuk meminta kerjasama. Sebab, sebagian korban tempat kejadiannya pernah di sebuah hotel di Jakarta.

"Kalau prosesnya juga bisa di sini. Tujuanya surat koordinasi. Karena pengakuan anak korban di bawah umur pernah dicabuli di Batam. Hanya saja korban mengaku tak tahu di mana lokasinya karena masih baru," kata Kapolda.

Kendati, pihak Polda Kepri melalui Polresta Barelang mengatakan, penanganan kasus Suhu itu tidak saja hanya kasus mempekerjakan anak di bawah umur. Tetapi juga dugaan kasus pencabulan.

(Baca: Daerah Resapan Air di Sagulung Ditimbun, Batuaji Terancam Langganan Banjir)

(Baca: WOW, Makan di Tea Garden Batam Kita Bisa Pilih 248 Macam Menu Lho)

Lebih jelas dikatakan Kapolda, Suhu pernah dihukum pengadilan dengan kasus yang sama, bekas narapidana pencabulan. Hanya saja, vonis kala itu ringan.

Kapolda pun meminta majelis hakim yang memimpin sidang nanti bila sudah rampung penyidikan di kepolisian dan JPU, untuk diperberat dan setimpal.

"Nah, Suhu ini kan pernah divonis tujuh bulan kasus yang sama. Dengan kasus ini minta pak hakim hukuman yang setimpal. Hukuman seberat-beratnya karena fakta yang bicara. Memang ini guru spritual tapi perlakuannya tak patut," jelas kapolda. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak Selasa 12 September 2017

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help