TANNJUNGPINANG TERKINI

Ibu dari BMKT Tanjungpinang Ini Bisa Buat Tas Berbahan Tali Kur, Begini Hasilnya

Tas yang kita buat dari bahan Kur, dijual dengan harga Rp 180 ribu. Untuk satu pembelian modal beli benang itu dapat dua tas kalau kita buat," katanya

Ibu dari BMKT Tanjungpinang Ini Bisa Buat Tas Berbahan Tali Kur, Begini Hasilnya
TRIBUNBATAM/WAHIB WAFA
Kamisah menunjukan hasil kerajinannya 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG-Salah satu ibu-ibu Yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Tanjungpinang ini jadi perhatian. Karena kreativitasnya tidak dapat diragukan lagi dalam membuat kerajinan tangan. Bagaimana tidak, tangannya mampu mengolah benang nilon sampai tali Kur yang disulap jadi Tas yang cantik dan unik.

Salah satunya ibu rumah tangga bernama Kamisah, ini. Saat ini ia habisikan waktu sebagai ibu rumah tangga. Disela waktunya itu, dia menyempatkan diri dengan melampiaskan bakatnya dalam mengolah keterampilan Usaha Kecil menengah (UKM).

"Iya ini hasil kami buat sulam tas dari tali Kur sama bola nilon. Kalau kita kerjain terus satu tas menghabiskan waktu tiga hari selesai. Tapi karena buat kita ini buat sambilan saja," kata kamsiah angfota BKTM Tanjungpinang kota ditemui di stan bazar gedung daerah Senin (10/9/2018).

Namun yang jadi kendala adalah masalah modal. Karena untuk modal membeli bahan bakunya cukup mahal. Dan itu dipesan melalui online yang ada di Surabaya. Jika mengambil bahan baku di Tanjungpinang maka akan membutuhkan modal yang lebih mahal sehingga harga tas akan lebih mahal.

"Tas yang kita buat dari bahan Kur, dijual dengan harga Rp 180 ribu. Untuk satu pembelian modal beli benang itu dapat dua tas kalau kita buat," katanya.

Baca: 3 Amalan Utama Tahun Baru 1 Muharram 1440 H: Puasa, Santuni Anak Yatim dan Jenguklah Orang Sakit

Baca: 1 Muharram 1440 H: Istilah 1 Suro Cukup Fenomenal. Ini Sejarahnya dalam Budaya Jawa

Baca: Sandiaga Uno Puji Erick Thohir, Minta Putri Gus Dur Jadi Penyejuk

Masalah modal yang cukup tinggi ini diakuinya sedikit kesulitan. Karena bahan baku yang terbilang cukup mahal. Satu kilogram benang untuk menjadikan dua Tas seharga 170 ribu. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk membantu permodalan mereka.

"Ia ini sangat membantu ekonomi ibu rumah tangga. Kita berharap ada perhatian dari pemerintah," katanya.

Untuk memasarkan sebenarnya tidak susah. Karena saat ini sudah ada wadah dari BKTM kota Tanjungpinang yang akan membantu menjual hasil kerajinan. Penjualannya pun hingga ke Jakarta dan Singapura. Namun masih sebatas antar anggota BKTM.

Sementara itu Safarudin selaku Kabid Kebudayaan dan Pariwisata kota Tanjungpinang menuturkan bahwa kreativitas para peserta di empat kecamatan patut diberikan apresiasi. Salah satunya menyambut satu Muharram ini pihaknya menggelar bazar sekaligus lomba.

"Mestinya kita memberi ruang gerak ekonomi kreatif yang perlu disambut dan dikembangkan. Karena di kita juga ada ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif ini bekerja sama dengan Disperindag untuk membantu penjualan untuk mengembangkan UKM. Ini akan membantu industri rumah tangga. Dan yang penting kedepannya bagaimana industri rumah tangga ini dapat menaikan ekonomi ibu rumah dan bagaimana cara menjualnya," kata Sarafudin. (wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help