Guru Tersangkut Kasus Hoaks

Federasi Serikat Guru Mengeluh Pelatihan Selama Ini Sebatas Terampil Jawab UN

Guru jangan hanya difokuskan ke pelatihan-pelatihan teknis administratif kurikulum semata, tetapi pada keterampilan berpikirnya yang lebih utama

Federasi Serikat Guru Mengeluh Pelatihan Selama Ini Sebatas Terampil Jawab UN
Wartakota
Pada Jumat (11/1/2019) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menahan seorang guru berinsiak MIK dalam kasus penyebaran hoaks. 

TRIBUNBATAM.ID - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) berharap kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau pihak yayasan pendidikan untuk memberikan pelatihan kepada para guru dalam soal keterampilan berpikir kritis atau higher-order thinking skill (HOTS).

Hal tersebut menyusul ditangkapnya oknum guru berinisial MIK di Cilegon, Banten terkait kasus hoaks.

Guru tersebut tersangkut kasus hoaks 7 kontainer berisi surat suara tercoblos.

"Guru jangan hanya difokuskan ke pelatihan-pelatihan teknis administratif kurikulum semata, tetapi pada keterampilan berpikirnya yang lebih utama," kaga Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo, Sabtu (12/01/2019).

Baca: Terkait Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos, Polisi Tangkap dan Tetapkan 4 Tersangka

Baca: Camat Sagulung Batam Geleng-geleng Kepala, Tiang Listrik Bisa Berdiri di Tengah Jalan

Baca: Proyek Jalan Jalur Tengkorak Batam Mangkrak. Anggota DPRD Sebut Gubernur Kepri Tak Peduli

Baca: Survei Terkini - Capres Jokowi - Maruf Amin Unggul Terpaut Lebih 20 Persen

Namun, Heru juga mengatakan pelatihan tidak hanya sebatas keterampilan HOTS yang bertujuan membuat dan menjawab Soal UN.

Tetapi juga mengenai tujuan yang lebih mulia agar para guru terbiasa berpikir kreatif, kritis, inovatif, analitis dan mampu memecahkan masalah.

"Jika gurunya sudah mampu berpikir dan bertindak HOTS, maka tentu para peserta didiknya akan juga terbiasa berpikir HOTS," katanya.

Selain itu, dilanjutkan Heru, literasi digital juga diperlukan bagi para guru.

"Sebab penggunaan internet dan makin massifnya kepemilikan terhadap gawai di masyarakat saat ini, berdampak terhadap arus informasi yang makin besar," lanjutnga

"Guru tak hanya dituntut rajin membaca buku (di luar buku teks pembelajaran), tetapi memiliki keterampilan literasi terhadap penggunaan media sosial (digital)," imbuhnya.

Dikatakan Heru, guru seharusnya tidak mudah percaya dengan apa yang disuguhkan oleh internet, tetapi mekanisme berpikir kritis dan verifikatif yang harusnya lebih dulu dilakukan.

"Guru jangan mudah membagikan tautan situs berita tanpa memahami konten berita. Apalagi dari web kanal berita yang medianya tidak dikenal," kata Heru.

Heru menambahkan pula guru juga jangan mudah percaya dengan berita-berita bombastis, apalagi dari media sosial lalu dibagikan ke media sosial lainnya.

"Oleh karena itu, sudah waktunya guru membaca dan memahami UU ITE. Jika guru rendah dalam literasi, jangan berharap para peserta didik kita akan gemar membaca." pungkasnya.

Seperti diketahui, dengan ditangkapnya MIK, kepolisian kini sudah berhasil menangkap total 5 tersangka kasus hoaks 7 kontainer surat suara tercoblos. Kelima tersangka tersebut yakni MIK, BBP, HY, LS, dan J. (Tribunnews)

Editor: Purwoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved