BREAKING NEWS. Supir Angkot dan Taksi Online Ribut di Depan Top 100 Tembesi. Ini Pemicunya

Keributan diduga terjadi antara supir taksi online dengan supir angkot jenis Carry dan berlanjut di depan La Kopi dan Perumahan Villa Mukakuning

Penulis: Alfandi Simamora |
Suasana di kawasan Tembesi, Sabtu malam, setelah terjadi kericuhan antara supir angkot dengan supir taksi online di depan Top 100 Tembesi. 

Belum diketahui identitas dan motif pelaku penusukan terhadap driver ojek online tersebut.

Adapun pisau yang ditusukkan orang tak dikenal tersebut, masih tertancap pada punggung kanan.

Pengemudi ojek online Grab itu teridentifikasi bernama Umar Harist (23).

Korban segera dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum Semarang.

"Kondisi korban masih sadar, namun sedikit susah dimintai keterangan karena terlihat lemas," tutur Wahyudi salah satu warga yang menolong sebagaimana dikutip TribunSolo.com dari Tribun Jateng.com.

Saat dilarikan ke rumah sakit, Umar masih mengenakan seragam jaket ojek online yang dipakainya. 

Menurut beberapa saksi, saat kejadian penusukan, kondisi lalu lintas jalan sepanjang RA Kartini hingga Jl Gajah tersebut dalam keadaan lengang. 

Kerjasama

Jika di Batam dan sejumlah kota lain di Indonesia, keberadaan taksi online kerap ditentang oleh taksi konvensionl, namun tidak demikian di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Diperbolehkannya taksi online beroperasi di sini setelah Manajemen Grab Indonesia bekerja sama dengan Primer Koperasi Angkatan Udara (Primkopau).

Kerjasama tersebut adalah untuk mengadakan layanan transportasi berbasis aplikasi atau online di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Melalui kerja sama ini, tersedia booth khusus bagi calon penumpang untuk pesan GrabCar dan bisa dipesan secara resmi.

"Para penumpang kini dapat melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi titik penjemputan resmi Grab dan langsung memesan layanan transportasi lewat GrabCar," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (5/2/2018).

Sama seperti yang sebelumnya diberlakukan di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, di Bandung Grab bekerja sama dengan Primkopau selaku badan usaha yang menaungi para mitra pengemudi sehingga bisa beroperasi secara resmi.

Terlebih, Ridzki menilai upaya mereka ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bandung sebagai smart city, dengan kemudahan layanan transportasi jadi salah satu indikatornya.

Bagi calon penumpang yang hendak memesan layanan GrabCar di Husein Sastranegara, bisa langsung menuju titik penjemputan yang terletak di terminal kedatangan.

Di sana, disiapkan petugas dari Grab yang akan memandu calon penumpang sekaligus mendatangkan unit mobil GrabCar.

"Penumpang mendapatkan tarif GrabCar sesuai aplikasi yang sudah disetujui di awal. Armada GrabCar yang resmi dapat dilihat dari stiker khusus Primkopau di jendela belakang mobil," tutur Ridzki.

Bentuk kerjasama pengelolaan taksi online seperti ini kemungkinan bisa juga diterapkan di Batam, sehingga konflik antara taksi online yang konvensional yang kerap terjadi bisa diminimalisir.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved