Breaking News:

BATAM TERKINI

JPU Tidak Bisa Perlihatkan Barang Bukti Kapal, Penasihat Hukum Laporkan Jaksa ke Jamwas

Ini seolah-olah mengadili perkara yang tidak ada barang buktinya. Jadi kapal itu sudah tidak ada. Itu keanehannya persidangan ini. Aneh JPU menunjukan

Penulis: | Editor: Zabur Anjasfianto
TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA
Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan (kemeja hijau) saat memimpin sidang di tempat yang berlangsung di halaman kantor Kejari Batam, untuk melihat barang bukti yang merupakan barang bukti dalam perkara pencurian, perusakan dan pemotongan Kapal Robray T-4, Selasa (19/2/2019) 

JPU Tidak Bisa Perlihatkan Barang Bukti Kapal, Penasihat Hukum Laporkan Jaksa ke Jamwas

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Sidang terdakwa Edy Ilham Mubarak dan Marjoni pada perkara Kapal Robray T-4 memasuki babak baru.

Pada Selasa (19/2/2019) sidang kembali digelar oleh Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan. Dengan agenda persidangan di tempat.

Sidang di tempat digelar di halaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam di Batam Center.

Dihadiri kedua terdakwa, Niko Nixon Situmorang Penasihat Hukum (PH) terdakwa 1 Edy Ilham Mubarak, Rudi Sirait PH dari Marjoni, Taufik Abdul Halim Nainggolan.

Perkara Masih Disidangkan di Pengadilan, Barang Bukti Kapal Malah Dijual dan Dipotong

Debat Capres Lebih Banyak Hiburannya, Mahfud MD Sebut Pilihan Orang di Pilpres 2019 Sudah Final

Bebas Murni, Ini Kalimat Pertama Adik Abu Bakar Baasyir, Noeim Baasyir Usai Keluar Penjara

3 Jenderal TNI yang Jadi Teladan. Mulai Ditilang Polisi Hingga Dihardik Bintara Karena Salah Parkir

Kemudian Jaksa Penuntutu Umum (JPU) Zulna Yosepha, Rumondang Manurung dan Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kasi Pidum Kejari) Batam Filpan Fajar Dermawan Laia.

Niko Nixon Situmorang miris melihat persidangan di tempat itu. Sebab katanya, Kapal Robray T-4 yang menjadi objek dalam dugaan pencurian sebagaimana dakwaan JPU.

Ia mengatakan, apa yang diberitahu pada persidangan di tempat tadi, tidak sesuai di BAP dan dibantah oleh kliennya.

“Kemudian barang bukti kapal sekarang tidak ada lagi di tempat. Ini seolah-olah mengadili perkara yang tidak ada barang buktinya. Jadi kapal itu sudah tidak ada. Itu keanehannya persidangan ini. Aneh JPU menunjukan barang bukan sesunggunya,” kata Niko Nixon Situmorang.

Ketidaksesuaian barang bukti yang ditunjukan JPU, Niko Nixon Situmorang sempat mempertanyakan saat sidang di tempat. Hanya saja, alasan JPU kepada Niko Nixon tidak tepat.

Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan (kemeja hijau) saat memimpin sidang di tempat yang berlangsung di halaman kantor Kejari Batam, untuk melihat barang bukti yang merupakan barang bukti dalam perkara pencurian, perusakan dan pemotongan Kapal Robray T-4, Selasa (19/2/2019)
Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan (kemeja hijau) saat memimpin sidang di tempat yang berlangsung di halaman kantor Kejari Batam, untuk melihat barang bukti yang merupakan barang bukti dalam perkara pencurian, perusakan dan pemotongan Kapal Robray T-4, Selasa (19/2/2019) (TRIBUNBATAM.id/FILEMON HALAWA)

“Kita pertanyakan mana barang bukti kapal itu. Jawaban JPU loh ini kan tidak masuk dalam BAP. Padahal ada gugatan perdata yang mengakibatkan bahwa kapal itu masih dalam objek sangketa,” katanya.

Ia menambahkan, dari 23 item barang bukti yang didakwakan JPU kepada kedua terdakwa hanya ada empat item yang berhasil dihadirkan, yakni plat besi kapal.

”Dan bahkan, empat bukti yang diajukan ini tidak diketahui sama sekali oleh klien kami. Berarti bukan ini,” ujar Nixon lagi.

Niko Nixon Situmorang menuding JPU bermain-main dalam perkara kliennya. Sebab, menurutnya, pada apa yang menjadi dakwaan, harus bisa dibuktikan oleh JPU. Justru sebaliknya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved