TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - M Arsyad, satu dari 12 korban kebakaran KM Sembilang di galangan kapal PT Karimun Marine Shipyard (KMS), Rabu (31/7/2019) lalu dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta, Jumat (2/8/2019).
Proses evakuasi Arsyad tersebut menyisakan cerita haru bagi orang-orang yang mengantarnya.
Ketika hendak dimasukkan ke pesawat yang akan membawanya ke Jakarta, Arsyad menyampaikan keinginannya.
TRIBUNBATAM.id sempat menyimak percakapan Arsyad dengan peugas yang mengantarnya sebelum dia dinaikkan ke pesawat medic evacuation Piagio P180 Vianti milik maskapai Susi Air, Jumat (2/8/2019) pagi di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA).
"Jangan ditekuk, Pak, kakinya lurus," kata seorang pria kepada Arsyad yang terbaring di atas tandu.
"Pak, maaf (kemudian ucapannya tidak jelas). Musik-musik," kata Arsyad lirih.
"Iya nanti musik di dalam ya," kata seorang pria berbaju kaos belang-belang menanggapi keinginan Arsyad.
"Musik," ucap Arsyad lagi.
Polres Karimun mendatangkan keluarga korban kebakaran KM Sembilang dari Semarang dan Lampung. Manajemen PT KMS pun mulai diperiksa, Kamis (1/8/2019). (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
"Pak, nanti diangkat berenam ya," kata perawat yang membawa Arsyad.
"Arsyad yang kuat, Sad. Arsyad kuat," terdengar suara pria menyemangati Arsyad.
"Mau lagu apa, Sad?" tanya pria berkaos belang-belang lagi.
Namun Arsyad tidak lagi menjawab hingga dimasukkan ke pesawat.
Meski berada dalam keadaan sadar, kondisi Arsyad tampak cukup parah.
Hampir seluruh kulitnya menghitam karena luka bakar.
Alat pernapasan terpasang di wajahnya.
Kepala, tangan dan kakinya dibalut dengan perban.
Arsyad dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta untuk menjalani penanganan lebih lanjut.
Menurut dokter Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun dia mengalami luka bakar di atas 50 persen.
Sebelumnya, Arsyad sempat dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Rabu (31/7/2019).
Pada Jumat (2/8/2019) pagi, dia kembali dirujuk ke Rumah Sakit Pertamina Jakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Arsyad diberangkatkan dari Karimun menggunakan pesawat tipe Piagio P180 Vianti milik maskapai Susi Air pada pukul 10.41 WIB.
Pesawat bermesin turboprop ganda itu tiba di Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) pada pukul 08.29 WIB.
"Take off dari Halim (Bandara Halim Perdana Kusuma) jam tujuh.
Landing di sini jam 8.29 WIB.
Evakuasi dimulai sekitar jam 10.
Take off jam 10.41 WIB ke Tanjungpinang ngisi bahan bakar.
Baru ke Halim lagi," papar Airnav Unit Tanjungbalai Karimun, Tsalist.
Seorang dokter dan seorang perawat dari Jakarta turut menjemput Arsyad.
Mereka membawa peralatan medis untuk memastikan kondisi Arsyd bisa diterbangkan.
"Sebelum terbang mereka ke rumah sakit (RSUD) untuk ngecek kondisi," kata Kepala Kelompok Teknisi Bandara RHA, Kukuh.
KM Sembilang yang terbakar di galangan kapal PT Karimun Marine Shipyard (KMS), di Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (31/7/2019). (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
Kukuh menyebutkan, pada Kamis (1/8/2019) pihak maskapai Susi Air menghubungi Bandara RHA dan menyampaikan akan ada evakuasi medis.
Pada Jumat pagi pesawat yang interiornya memang didesain untuk evakuasi tiba di Karimun.