Satar Bin Muhammad Mahmud, Jamaah Haji Asal Anambas Meninggal di Tanah Suci Karena Gagal Ginjal

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Anambas meninggal di Tanah Suci dan dikebumikan di sana. Dia menderita penyakit gagal ginjal.

Satar Bin Muhammad Mahmud, Jamaah Haji Asal Anambas Meninggal di Tanah Suci Karena Gagal Ginjal
TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra
Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul berbincang kepada seorang Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Tanjungpinang yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 28 Embarkasi Batam di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Rabu (31/7/2019). 
TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Kabar duka datang dari Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
 
Jamaah Haji asal Anambas bernama Satar Bin Muhammad Mahmud meninggal dunia saat menunaikan ibadah di Tanah Suci.
 
Satar meninggal dunia pada Minggu (11/8/2019) sekitar pukul 11.30 waktu Arab Saudi atau pukul 15.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). 
 
Almarhum mengembuskan napas terakhir setelah mendapat pengobatan di ‎Rumah Sakit King Faisal Arab Saudi.
 
 
Pria asal Desa Liuk, Kecamatan Siantan Tengah yang tutup usia di umur 60 tahun ini meninggal dunia akibat gagal ginjal dan gagal pernapasan.
 
"Iya. Dengan ini mewakili keluarga dan kawan-kawan Jamaah Haji Anambas, saya menyampaikan berita duka.
 
Jenazah disalatkan di Masjidil Harom dan dikebumikan di Arab Saudi," ujar ‎Kepala Bagian Bina Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Anambas, Riorizal saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Senin (12/8/2019) siang. 
 
Sebanyak 31 Jammah Haji asal Anambas sudah melaksanakan rukun Islam yang proses keberangkatannya dari Tarempa dilakukan sejak awal bulan Juli 2019.
 
Jamaah Haji ini terdiri dari 15 laki-laki dan 16 perempuan dengan rincian 13 orang dari Kecamatan Siantan, 8 orang Kecamatan Palmatak, 4 orang Kecamatan Jemaja, dan 5 orang dari Kecamatan Siantan Tengah.
 
Jumlah JCH pada tahun ini cenderung menurun.
 
Pada 2018, ‎jumlah JCH asal Anambas berjumlah 43 orang dengan rincian 19 perempuan dan 24 laki-laki.
 
‎‎Jamaah Haji dijadwalkan akan tiba di Bandara Hang Nadim, Batam pada 18 Agustus 2019 sekitar pukul 11.45 WIB.
 
Aktivitas pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) 2014 dari embarkasi Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri). BP Batam menganggarkan Rp 110 miliar untuk perluasan bandara ini selama dua tahun.
Aktivitas pemberangkatan jemaah calon haji (JCH) 2014 dari embarkasi Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau (Kepri). BP Batam menganggarkan Rp 110 miliar untuk perluasan bandara ini selama dua tahun. (tribunnews batam/argianto)
 
Dari sana, puluhan Jamaah Haji itu akan diterbangkan ke Matak menggunakan pesawat perusahaan.
 
Rio menjelaskan, meski cuaca di Tanah Suci panas, namun ‎kondisi puluhan Jamaah Haji asal Anambas berada dalam keadaan sehat.
 
JCH laki-laki yang paling tua bernama Arifin Bin Saleh dari Jemaja.
 
 
JCH perempuan itu bernama Halifah Binti Amat Sajari dari Kecamatan Siantan. 
 
"Almarhum telah selesai disafari wukufkan. Insya Allah Khusnul Khotimah," ungkap Rio. (TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman)
 
Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved