Kasus Anak di Kepri Meningkat, Misni Harapkan Anak Kepri Harus GENIUS

Kasus anak di Kepri memiliki tren meningkat DP3AP2KB Provinsi Kepri mengharapakan anak Kepri harus GENIUS. Ini artinya.

Kasus Anak di Kepri Meningkat, Misni Harapkan Anak Kepri Harus GENIUS
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Peluncuran aplikasi Cek Dare Kepri oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingin istri Hj Noorlizah, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Pemprov Kepri Misni 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Misni berharap anak-anak di Kepri agar Gesit Empati Berani Unggul Sehat (GENIUS).

"Kita selalu mensosialisasikan untuk menumbuhkan kepedulian, kesadaran, peran aktif setiap individu, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang berkualitas untuk anak dan kepentingan terbaik untuk anak sehingga anak menjadi GENIUS," sebut Misni, Rabu (14/08/2019).

Menurut Misni, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 telah mengamanatkan untuk menjaga dan menjamin hak setiap anak.

"Negara telah menjamin hak setiap anak untuk kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta hak atas perlindungan dari kekerasan eksploitasi dan diskriminasi terhadap anak," ujar Misni.

Ngeri! KPPAD Kepri: Kasus Kekerasan Anak Mendominasi Batam! Ini Perincian Korbannya!

NGERI! Hingga Oktober Tahun Ini, 175 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kepri

LPA Prihatin, Kasus Kekerasan Anak Paling Dominan di Karimun

Kasus Kekerasan Anak di Bintan Tertinggi di Kepri, Ini Penyebabnya

Dia menyampaikan, Indonesia sebagai satu negara yang telah meratifikasi Konvensi Hak Anak melalui Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 dan telah berkomitmen untuk menuju Indonesia Layak Anak (Idola).

"Diharapkan setiap kabupaten/kota hingga ke tingkat kelurahan dapat mengembangkan pembangunan yang berbasis hak anak.

Namun, sampai saat ini, saya melihat perlindungan terhadap anak, belum sepenuhnya berjalan optimal, ditandai dengan masih adanya anak yang mengalami kekerasan," sebut Misni.

 

"Diperlukan penguatan peran keluarga dalam perlindungan anak.

Kami berharap kepada anak-anak Kepri, mulai hari ini berjanjilah pada diri sendiri untuk menumbuhkan cinta tanah air dan bangsa, memiliki etika dan akhlak mulia serta taat kepada orangtua dan guru, belajar dengan tekun dan mengukir prestasi," sebut Misni.

Misni menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya dalam melindungi hak anak dengan cara, pencegahan melalui anak itu sendiri, orangtua dan masyarakat.

"Kalau untuk anaknya kami bergerak dalam bidang forum anak.

Anambas Terpilih Jadi Kabupaten Layak Anak, Tapi Komisioner KPPAD Tidak Ada, Kasus Anak Bermunculan

Jacklyn Choppers Jelaskan Kasus Anak China Ancam Tembak Jokowi, Bandingkan dengan Pemuda HS

Ketahuan Pelaku Sakit Jiwa, Polisi Bakal Hentikan Kasus Anak Bunuh Bapak di Tanjungpinang

Deretan Fakta Kasus Anak Mutilasi Ibunya di Pontianak. Cerita Warga, Pembantu Teriak Minta Tolong

Untuk orangtua namanya good parenting yaitu, proses pembelajaran pengasuhan interaksi antara orang tua dan anak yang meliputi aktivitas memberi petunjuk, memberi makan, memberi pakaian, melindungi anak saat mereka tumbuh berkembang," ujar Misni.

Dia pun berharap, kepada masyarakat terutama orang tua, agar lebih mendengar suara hati anak.

"Orangtua harus lebih banyak bertanya apa keinginan anak.

Jadikan anak sebagai teman, karena pagar pertama dalam menjaga anak adalah keluarga.

Keluarga terlebih dahulu harus dikuatkan dalam menjaga dan mendidik anak," tegas Misni.

 

Kasus anak mutilasi ibu kandung di Pontianak, Kalbar
Kasus anak mutilasi ibu kandung di Pontianak, Kalbar (KOLASE TRIBUN PONTIANAK)

Berdasarkan data yang dihimpun TRIBUNBATAM.id, ada 119 kasus kekerasan anak di Kepri tahun 2017.

Di Bintan ditemukan tujuh kasus, Karimun tiga kasus, Lingga dan Natuna masing-masing sembilan kasus, Batam 63 kasus dan Tanjungpinang 28 kasus.

Misni mengatakan kasus kekerasan pada anak di Batam dan Tanjungpinang lebih menonjol.

Jumlah sesungguhnya mungkin lebih banyak, tetapi tidak terdeteksi oleh pemerintah, ujar Misni.

Misni mengemukakan seluruh kasus yang terdata sudah ditangani oleh Unit Pelayanan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan jejaring yang ada di kabupaten dan kota.

Ayah Nia Hadiri Sidang WZ: Siapa Bilang tak Ikuti Kasus Anak Saya. Saya Yakin Wardiaman Pelakunya

Ayah Korban Penculikan Juga Bingung Terkait Kasus Anaknya

Banyak Kasus Anak, Ini Permintaan Kapolresta pada Orangtua dan Guru

Tahun 2016 Karimun Ada 956 Kasus Anak Kurang Gizi, 150 Anak Gizi Buruk. Halo Pak Rafiq?


"Kami berharap masyarakat melaporkan kepada kami jika menemukan kasus kekerasan kepada anak.

Dengan itu, kami tangani dengan baik untuk kepentingan korban dan keluarganya," ucap Misni.

Misni mengemukakan kasus kekerasan kepada anak dan kenakalan remaja dapat diminimalisir dengan meningkatkan peran keluarga.

Perhatian orangtua kepada anak harus senantiasa diberikan agar dapat beraktivitas di lingkungan bermain dan sekolah dengan baik.

"Sentuhan kasih sayang, nasihat dan perhatian orangtua dapat membangun keluarga yang kuat, anak yang tumbuh dengan mental yang baik," yakin Misni.

Kasus kenakalan remaja yang terjadi di Tanjungpinang mendapat perhatian khusus dari Pemprov Kepri.

 

Ketua KPPAD Kepri Muhammad Fasial memberikan keterangan sebagai saksi ahli dalam perkara penelantaran anak dengan terdakwa Billy Lauren Lioe.
Ketua KPPAD Kepri Muhammad Fasial memberikan keterangan sebagai saksi ahli dalam perkara penelantaran anak dengan terdakwa Billy Lauren Lioe. (Tribun Batam/Zabur Anjasfianto)

 

Secara khusus kenakalan remaja berupa pergaulan bebas dan pencurian yang diawali dari warung internet (Warnet) menjadi catatan penting yang harus ditangani dengan bijak.

Selain itu, dia juga menyorot perkelahian antara pelajar.

Perkelahian antara pelajar harus dihentikan karena merugikan pelajar sendiri dan merusak nama baik keluarga dan sekolah.

"Ada kasus yang sedang kami tangani sekarang, yang seharusnya menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan," kata Misni.

Kasus tersebut yaitu anak di bawah umur hamil dan pelaku pemerkosaan yang sudah ditangkap pihak kepolisian adalah pacar dari ibu kandung anak tersebut. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved