Kendati Diancam Kapolres Bintan Boy Herlambang, Lahan di Bintan Terbakar Lagi

Kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Padahal, warga sudah diingatkan untuk tidak bakar lahan.

Kendati Diancam Kapolres Bintan Boy Herlambang, Lahan di Bintan Terbakar Lagi
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 
TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Setelah kebakaran terjadi di dua titik dari sore hingga malam hari, Kamis (15/8/2019) lalu, kebakaran lahan kembali terjadi Jumat (16/8/2019) pagi di Tirta Madu, Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kebakaran pun masih berlangsung. Namun pihak pemadam kebakaran dari kawasan Toapaya Selatan tidak bisa bergerak ke lokasi.
Sebab, mobil pemadam kebakaran (Damkar) rusak dan sedang diperbaiki di bengkel.
Tetapi pihak pemadam kebakaran dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Toapaya Selatan tidak tinggal diam dan telah meminta bantuan armada kepada UPT Damkar Bintan Timur.
 
"Kebakaran lahan masih berlangsung saat ini.
Kita tidak bisa langsung turun ke lokasi karena armada kita rusak dan sedang berada di bengkel Abun Kilometer 8 Atas.
Tetapi kita sudah meminta bantuan armada dari UPT Bintan Timur dan sudah menuju ke lokasi," Kepala UPT Damkar Khusus Kecamatan Gunung Kijang,Teluk Bintan dan Toapaya, Nurwendi.
Nurwendi juga menyebutkan, kebakaran yang terjadi di Tirta Madu belum diketahui asal-muasal api dari mana.
Namun, pihaknya masih fokus untuk memadamkan api terlebih dahulu.
 
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja.
Api yang membakar lahan di kawasan dekat permukiman warga di Rukun Tetangga (RT) 15/Rukun Warga (RW) 04, Jalan Kilometer 18 di belakang Hotel Miami Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai menjalar ke mana-mana. Warga pun membantu proses pemadaman dengan alat seadanya saja. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
"Anggota Damkar Toapaya Selatan masih menunggu bantuan Damkar dari UPT Bintan Timur untuk memadamkan api," ujar Nurwendi.
Nurwendi juga menuturkan, kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Bintan dari sore hingga malam sudah terjadi di dua titik, yakni Galang Batang dan Gesek. 
"Nah hari ini titik ke tiga ada di Tirta Madu.
Hal ini sangatlah disayangkan.
Sebab, sangat merusak ekosistem dan udara sekitar," ucap Nurwendi.
Nurwendi berharap agar masyarakat tidak membakar sampah dan lahan untuk kepentingan membuka lahan.
"Kita mengharapkan masyarakat bisa ikut serta menjaga dengan tidak membakar sampah dan lahan.
Karena selain berdampak kepada udara sekitar dan ekosistem, warga bisa terjerat sanksi pidana," ungkap Nurwendi.
Sebelumnya diberitakan, kasus Kebakaran lahan hutan terjadi lagi di samping Jalan Uban Lama Kilomter 27 Tanjunguban, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (10/8/2019).
Kebakaran itupun terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Penyebab kebakaran juga belum diketahui secara pasti.
Namun akibat kebakaran itu, sekitar 4 haktare lahan di pinggir Jalan Uban Lama Kilometer 27 habis terbakar.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Khusus Kecamatan Gunung Kijang, Teluk Bintan dan Toapaya, Nurwendi menuturkan, kebakaran semak belukar ataupun lahan di wilayah Bintan memang sudah sangat sering terjadi. 
Bahkan memasuki bulan Agustus 2019 sudah dua kali terjadi kebakaran lahan.
Sekitar 8 haktare lebih lahan hutan terbakar dari dua kasus tersebut.
Kondisi sangat disayangkan karena selain menyebabkan polusi udara, kebakaranpun juga sangat merusak ekosistem hutan.
"Kami berharap kepada masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, apalagi membakar lahan dengan sengaja dan itu sangat disayangkan," ucap Nurwendi, Minggu (11/8/2019).
Kasus kebakaran semak belukar dan lahan sudah sering terjadi di daerah Kabupaten Bintan beberapa hari belakangan ini.
Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi kebakaran hutan di Sumatera Selatan
Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi kebakaran hutan di Sumatera Selatan (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)
Kebakaran itupun diduga ada unsur kesengajaan dari oknum yang ingin membuka lahan baru untuk berkebun. 
Menanggapi kebakaran lahan yang sering terjadi, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bintan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Boy Herlambang juga mengimbau kepada masyarakat Bintan untuk tidak membakar hutan untuk keperluan membuka lahan kebun.
"Kita imbau masyarakat agar tidak membakar semak belukar maupun hutan untuk kepentingan membuka lahan kebun.
Karena itu tidak baik dan melanggar hukum,"ucap Boy.
Kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Kebakaran lahan terjadi lagi di wilayah Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (10/8/2019). (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Boy melanjutkan, Juli hingga Agustus ini sudah termasuk musim kemarau.
Karena itu dia melarang keras masyarakat membuka lahan dengan cara membakar.
Kebakaran lahan dan hutan bisa merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan masyarakat lainnya.
"Nah bagi masyarakat atau oknum yang sengaja membakar hutan akan  berhadapan dengan hukum," tegas Boy.
"Jadi bagi masyarakat kita harapkan tidak membakar hutan untuk membuka lahan.
Karena itu melanggar hukum dan akan tersangkut sanksi pidana," tandas Kapolres Bintan itu. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved