BATAM TERKINI

PT Foster Hengkang dari Batam, Apindo Batam Ingatkan Buruh Kurangi Demo

Apindo sering mengingatkan elit serikat pekerja/buruh yang kerap melakukan aksi demonstrasi di Batam sehingga membuat investor tak nyaman.

PT Foster Hengkang dari Batam, Apindo Batam Ingatkan Buruh Kurangi Demo
TRIBUNBATAM.id/ALFANDI SIMAMORA
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam angkat bicara terkait tutupnya PT Foster di Batam.

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, Apindo sudah sering mengingatkan pihak terkait, terutama para elit serikat pekerja/buruh yang kerap melakukan aksi demonstrasi di Batam sehingga membuat investor menjadi tidak nyaman.

"Ada kekhawatiran proses produksi akan terganggu dan adanya kekhawatiran terhadap keamanan aset-aset yang mereka miliki di Batam," kata Rafki.

Akhirnya, mereka mencari tempat lain sebagai alternatif investasinya.

Salah satunya PT Foster. Pihak perusahaan memilih Myanmar sebagai negara tempat merelokasi investasinya.

"Ketika kita bandingkan antara Myanmar dengan Batam, maka Batam kalah jauh dari sisi daya saingnya," ujarnya.

Terutama di bidang ketenagakerjaan. Upah minimum di Myanmar hanya 100 dolar Amerika.

PT Foster Piih Hengkang dari Batam, Regulasi dan Upah Diduga Jadi Pemicu

28 Tahun di Batam, PT Foster Hengkang dan Pindahkan Usahanya ke Myanmar

Kabar Bahagia, PT Unisem Perpanjang Operasional Perusahaan, Ini Alasan Managemen

Sementara upah minimum di Batam sudah mencapai 270 dolar Amerika.

"Parahnya upah minimum di Batam, naik rata-rata 8 persen setiap tahunnya. Kenaikan ini tidak sebanding dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja mikro setiap tahunnya," kata Rafki.

Ia menyebut, produtivitas tenaga kerja mikro naik rata-rata hanya 1 persen setiap tahunnya.

Halaman
1234
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved