HEADLINE TRIBUN BATAM

Diperiksa KPK 5 Jam di Batam, Alias Wello Ngaku Hanya Silaturahmi

Alias Wello berjalan begitu cepat melintasi pintu belakang, hingga melompati pagar trotoar jalan terjal di samping Mapolresta Barelang.

Diperiksa KPK 5 Jam di Batam, Alias Wello Ngaku Hanya Silaturahmi
wahyu
halaman 01 TB 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk kasus suap dan gratifikasi mantan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Jumat (23/8/2019).

Pemeriksaan saksi berlangsung di Mapolresta Barelang, Kota Batam.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, sejak Senin (19/8) hingga Jumat (23/8), KPK sudah memeriksa sebanyak 33 orang saksi.

"Total 33 orang. Itu kami tangani dua perkara langsung," katanya kepada Tribun, Jumat (23/8/2019) malam.

Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan hari Jumat dilakukan terhadap tujuh orang yang menjabat sebagai direksi, pemegang saham dan karyawan.

Mereka adalah Direksi PT. Bintan Hotels Trisno, Herman staf PT. Labun Buana Asri, pemegang saham Damai Grup atau PT. Damai Ecowisata Hendrik, Direksi PT. Barelang Elektrindo Linus Gusdar, karyawan PT. Marcopolo Shipyard Sutono, Manajemen Adventure Glamping I Wayan Santika, serta Konsultan reklamasi dan penggunaan ruang laut untuk PT. Marcopolo Shipyard, Agung.

"Setelah melakukan pemeriksaan sejak Senin-Kamis terhadap 28 orang saksi, hari Jumat KPK melakukan pemeriksaan terhadap 7 saksi lainnya dari pihak swasta," katanya.

Febri mengatakan sebanyak 28 saksi yang diperiksa sebelumnya kebanyakan pejabat eselon II di Pemprov Kepri. Mereka diperiksa di Mapolres Barelang, sama seperti tujuh saksi yang diperiksa hari ini.

Tak Cuma Kasus Nurdin Basirun, KPK Ternyata Juga Periksa Kasus Ini, Alias Wello Ikut Bersaksi

Diperiksa KPK, Alias Wello Pulang Lewat Pintu Belakang Saya Hanya Sirahturahmi Saja

Alias Wello Terseret Kasus Suap, Begini Nasib Mobil Hummer BP 4 AW

TERUNGKAP! Ternyata Dokumen Ini yang Membuat Nurdin Basirun Terjerat Hukum Kasus Reklamasi

Ia mengatakan, sampai sekarang KPK masih melakukan penyidikan terhadap kasus itu dengan mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

Selain kasus dugaan gratifikasi izin reklamasi Tanjung Piayu Batam, dari hasil penggeledahan di rumah dinas Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun juga ditemukan barang bukti lainnya seperti jual beli jabatan.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved