Gegara Twit soal Hong Kong, Bisnis Miliaran Dolar NBA Terancam Hancur di China

Gara-gara twit petinggi Houston Rockets soal Hong Kong, bisnis liga basket Amerika Serikat, NBA, terancam hancur di China

Gegara Twit soal Hong Kong, Bisnis Miliaran Dolar NBA Terancam Hancur di China
South China Morning Post
Seorang pekerja membongkar bilboard NBA di Shanghai, China, setelah gerakan boikot liga basket Amerika tersebut gara-gara Twitter soal Hong Kong 

Asosiasi Bola Basket China juga tidak akan bekerja dengan Houston Rockets setelah tweet yang kontroversial tersebut.

Tweet yang Membakar China

Keguncangan dimulai Sabtu lalu ketika Morey me-tweeted foto yang berisi kata-kata "Berjuang untuk kebebasan, berdiri dengan Hong Kong", sebuah slogan populer dari gerakan protes Hong Kong.

Tweet Morey itu langsung membakar China yang merupakan pasar terbesar kedua NBA setelah Amerika Serikat.

Morey dan NBA mengeluarkan pernyataan perdamaian pada hari Senin untuk mencoba meredam kemarahan rakyat China.

Morey mengatakan bahwa tweet-nya "sama sekali tidak (mewakili) Rocket atau NBA", sementara NBA menyesalkan pernyataan Morey telah "sangat menyinggung" penggemar basket di China.

Pada hari Rabu, corong Partai Komunis People's Daily memposting komentar panjang berbahasa Inggris di Facebook berjudul "Tuan Morey: jika perusuh membakar kereta bawah tanah Houston, apakah Anda akan mendukung mereka?"

“Olahraga tidak memiliki kewarganegaraan, tetapi NBA penggemar memiliki. 1,4 miliar di Tiongkok dan kami semua bersatu bahwa integritas wilayah Tiongkok tidak dapat dinegosiasikan,” kata pernyataan tersebut.

Yao Ming, mantan pemain Rockets yang juga Kepala Asosiasi Basket China ikut marah, tak mau bertemu petinggi NBA

Sementara itu, penyiar olahraga AS, ESPN mengeluarkan memo internal yang mendesak tuan rumah untuk menghindari diskusi tentang politik China dan Hong Kong sehubungan dengan tweet Morey, situs berita olahraga Deadspin melaporkan.

Memo itu muncul setelah sebuah segmen program radio ESPN, komentator olahraga Stephen Smith mengkritik komentar Morey dibagikan secara luas di Weibo, sebuah layanan mirip Twitter di China.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved