Apindo-Serikat Pekerja Tak Sepakat Soal UMK, Kadisnaker Kepri, Pakai UMK Batam 2019

Belum ada titik temu angka UMK Batam antara Apindo dan Serikat Pekerja, Kepala Disnaker Kepri: Kita pakai UMK tahun lalu.

Apindo-Serikat Pekerja Tak Sepakat Soal UMK, Kadisnaker Kepri, Pakai UMK Batam 2019
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Dewan Pengupahan Kota (DPK) menggelar rapat membahas UMK di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Batam, Selasa (5/11/2019) 

Menurut Tagor, angka UMK Batam sebesar Rp 4,1 juta itu sudah sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan.

Namun, angka tersebut  tidak disetujui oleh serikat pekerja yang lebih mengusulkan agar angka UMK Batam naik menjadi Rp 4,6 juta atau naik sekitar 10 – 15 persen.

Beberapa alasan yang mengemuka adalah kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, harga kebutuhan pokok yang tidak sesuai dengan kebutuhan hidup layak (KHL).

Namun, Tagor menegaskan nilai UMK Batam tersebut tidak termasuk dalam pertimbangan  kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

“Kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu ada hitungan lain lagi,” ungkap Tagor.

Kepala Disnaker Provinsi Kepri itu menambahkan angka UMK itu merupakan patokan.

Berdasarkan angka UMK Batam tersebut nanti akan dibahas lagi upah minimum sektoral (UMS).

Namun, penetapan angka UMS itu hanya melibatkan pihak perusahaan dengan pekerja yang bekerja pada sektor tersebut.

“Jadi pembahasan UMS lain lagi.

Itu hanya terjadi antara pihak perusahaan yang bergerak di sektor tertentu dengan para pekerjanya,” ujar Tagor.

Kadin Batam Beri Saran Agar Penetapan UMK Sesuai Dengan Aturan, Begini Triknya

Apindo Batam Patuhi Kenaikan UMK Batam 2020, Sebut UMSK Sifatnya Tak Wajib

Halaman
123
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved