Lukita Sarankan Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam Dialog dengan Pedagang Pasar Induk Jodoh

Menurut Lukita, ada Proses yang masih kurang itu adalah dialog antara Pemerintah Kota Batam dengan pedagang.

Lukita Sarankan Walikota Ex-Officio Kepala BP Batam Dialog dengan Pedagang Pasar Induk Jodoh
TRIBUNBATAM.id/ISTIMEWA
Sertijab Kepala BP Batam dari Lukita Dinarsyah Tuwo kepada Edy Putra Irawady, Rabu (9/1/2019) 

TRIBUN-BATAM.ID -- Mantan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ke-8 Lukita Dinarsyah Tuwo (56 tahun), angkat bicara soal polemik penggusuran pedagang Pasar Induk Jodoh, di Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Mantan Sekretaris Menteri Perekonomian (2014-2017)  ini menyarankan, Walikota Kota Batam yang sejak Septermber lalu juga merangkap sebagai (ex officio) Kepala BP Batam M Rudi, membuka front dialog terbuka dengan pedagang, dan semua pihak yang terkait.

“Saya kira sebaiknya pimpinan daerah langsung turun untuk mengajak dialog hingga adanya titik temu dua belah pihak. Harus ada proses dialog dan saling mendengar. Ini tidak hanya untuk Pasar Induk Jodoh saja, namun juga keseluruhan pembangunan Batam ke depan,” kata Lukita dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (13/11/2019),

Menurut alumnus ITB ini, pedagang di pasar tersebut menggelar aksi unjuk rasa lantaran merasa Pemerintah Kota Batam tidak memperhatikan mereka.

Saran Lukita ini disampaikan, sebab dia merasa punya keterikatan emosional dengan Pasar Sei Induk Jodoh.

Lukita menyebut, Pasar Induk Sei Jodoh diserahkan pada Pemko Batam saat dirinya menjabat sebagai Kepala Batam, mulai Oktober 2017 hingga Januari 2019 lalu.

“Penyerahannya sekitar Juli 2018. Pasar Induk Jodoh adalah barang milik negara yang kemudian diserahkan pada Pemko Batam untuk direvitalisasi agar lebih baik lagi.

Pedagang Pasar Induk Jodoh Kecewa dan Sebut Disperindag Batam Ingkar Janji

Ratusan PKL Pasar Induk Jodoh Kecewa Wali Kota Batam dan Wakil Tak Ada di Kantor

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menemui PKL Pasar Induk Jodoh di DPRD Kota Batam
Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menemui PKL Pasar Induk Jodoh di DPRD Kota Batam (tribunbatam.id/alamudin)

Lukita lantas menceritakan kronologis serah terima itu. Dia menyebut, inisiatif penyerahan itu atas permintaan mendesak karena Pemko ingin merevitalisasi Pasar Induk Jodoh.

Mantan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas 2014-2017) itu pun menjelaskan makna pembangunan pasar yang tak jauh dari kawasan Nagoya itu.

Menurutnya, pembangunan adalah proses sistematis terencana untuk mencapai tujuan lebih baik. Baik itu pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved