BINTAN TERKINI
Tiket Terbatas Jadi Alasan 29 TKA Cina di Bintan Belum Dipulangkan? Ini Penjelasan GM Bandara RHF
GM Bandara RHF, Bravian Bambang menyebut, pesawat yang berangkat Kamis (2/4) pagi tujuan Jakarta tidak penuh penumpangnya. Hanya terisi 60 orang saja
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
"Tapi terkait perjalanan mereka sampai saat ini saya belum melihat, apakah mereka dari tiongkok atau kamboja kita tidak tahu.Tapi percayalaj di china tidak ada lagi penerbangan, mungkin dari negara lain,"ungkapnya.
(Hingga berita ini diturunkan, TribunBatam.id masih mencoba mengonfirmasi perwakilan manajemen PT BAI.
Upaya melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum ada tanggapan).
Imigrasi Batam Akui ada 39 TKA asal China Masuk Batam
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Romi Yudianto, membenarkan 39 warga negara asing (WNA) masuk melalui Batam.
Hanya saja kata dia, Batam hanya lah tempat transit 39 WNA. Ia akui, masuk secara bergelombang.
"Bahkan minggu lalu kami mengamankan sembilan orang. Hanya saja karena tujuannya ke Tanjungpinang, maka hal ini kami limpahkan ke bagian Imigrasian Kanwil Kemenkumham Kepri. Karena Batam tidak berwenang untuk itu. Pada intinya, kami terus memantau pergerakan orang asing di sini (Batam)," jelas Romo, Rabu (1/4/2020) sore.
Berdasarkan data dari imigrasi, 39 WNA itu datang dari Jakarta. Sebelum ke Tanjungpinang, mereka diketahui transit di Bandara Hang Nadim Batam.
"Informasi yang kami peroleh, ke 39 WNA sudah memiliki izin. Iya mereka bekerja di sana. Dan mereka juga sudah diawasi oleh karantina setempat," ucap Romi.
Di Batam sendiri kata Romi, data per hari ini ada 167 WNA pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Dia mengatakan, 167 bukan lah orang baru masuk. Melainkan, mereka yang punya kerja dan izin di Batam. "Iya, tetap kami kawal mereka," katanya.
Sebelumnya, 39 WNA ini heboh di Batam. Pasalnya, momen wabah virus Corona atau COVID-19 pemerintah gencar menerapkan sosial distancing.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin sebelumnya mengatakan, para WNA itu sudah melalui mekanisme pemeriksaan di negara asalnya dan juga akan menjalani pemeriksaan sebelum masuk wilayah Kepri.
"Mereka sudah dilengkapi surat keterangan sehat dari negaranya," ujar Agus.
Dia menyebutkan puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China itu melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, Pulau Bintan, salah satu pintu masuk jalur laut ibu kota provinsi Kepulauan Riau ini.
Dia menyebut puluhan TKA asal China itu adalah pekerja asing atau expatriat untuk perusahaan investor asing di Galang Bintan, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). (TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Leo Halawa)