Langgar Aturan Lockdown, Pria di Filipina Ditembak Mati, Lari Saat Hendak Diperiksa

Tidak mau diperiksa petugas, seorang pria paruh baya ditembak mati oleh petugas keamanan di Filipina.

Handout / PPD / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 
TRIBUNBATAM.id, MANILA -Tidak mau diperiksa petugas, seorang pria paruh baya ditembak mati oleh petugas keamanan di Filipina.
Diketahui, saat ini pemerintah Filipina sangat tegas memberikan peraturan terkait larangan keluar rumah.
Namun orang yang melanggar ini menolak untuk di periksa.
Seorang pria di Filipina ditembak mati setelah melanggar aturan lockdown.

Pria 63 tahun itu mengancam menolak diperiksa saat melintasi pos pemeriksaan Covid-19 .

Pria ini diyakini mabuk saat mengancam petugas keamanan di pos pemeriksaan Kota Nasipit, Provinsi selatan Agusan del Norte.

"Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," menurut laporan polisi, melansir Al Jazeera.

"Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personil menggunakan sabit."

Cara Kadisdukcapil Tanjungpinang Perangi Wabah Virus Corona, Tetap Waspada, Jangan Panik

Bidan Buka Praktik Aborsi di Kamar Hotel, Sudah Berlangsung Setahun, Patok Tarif Rp 1,5 Juta

Kisah Pedagang Warung Nasi Roda Kehidupan di Batam, Berjuang Mencari Rupiah Saat Wabah Corona

Kemudian pria itu ditembak mati oleh polisi yang berusaha menenangkannya.

Insiden ini menjadi kasus pertama penembakan warga sipil karena menolak aturan lockdown di Filipina.

Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan akan mengerahkan polisi dan militer untuk menembak siapapun yang melanggar lockdown.

"Ikuti pemerintah saat ini karena ini adalah saat yang kritis," jelas Duterte pada Rabu silam.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pria di Filipina Ditembak Mati setelah Langgar Aturan Lockdown

Editor: Eko Setiawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved