Langgar Aturan Lockdown, Pria di Filipina Ditembak Mati, Lari Saat Hendak Diperiksa
Tidak mau diperiksa petugas, seorang pria paruh baya ditembak mati oleh petugas keamanan di Filipina.
• Ahli Seksologi dr Naek L Tobing Meninggal Dunia, Positif Covid-19 dan Komplikasi Gula
• Ekonomi Batam Merosot Dihantam Covid-19, Anggota Dewan Usul THR Pegawai Diberikan Akhir 2020
• Kabar Gembira, Bright PLN Batam Siap Menggratiskan Tarif Listrik Bagi Pelanggan 450 VA 3 Bulan
Pria 63 tahun itu mengancam menolak diperiksa saat melintasi pos pemeriksaan Covid-19 .
Pria ini diyakini mabuk saat mengancam petugas keamanan di pos pemeriksaan Kota Nasipit, Provinsi selatan Agusan del Norte.
"Tersangka itu diperingatkan oleh petugas kesehatan desa karena tidak mengenakan masker," menurut laporan polisi, melansir Al Jazeera.
"Tapi tersangka marah, mengucapkan kata-kata memprovokasi dan akhirnya menyerang personil menggunakan sabit."
• Cara Kadisdukcapil Tanjungpinang Perangi Wabah Virus Corona, Tetap Waspada, Jangan Panik
• Bidan Buka Praktik Aborsi di Kamar Hotel, Sudah Berlangsung Setahun, Patok Tarif Rp 1,5 Juta
• Kisah Pedagang Warung Nasi Roda Kehidupan di Batam, Berjuang Mencari Rupiah Saat Wabah Corona
Kemudian pria itu ditembak mati oleh polisi yang berusaha menenangkannya.
Insiden ini menjadi kasus pertama penembakan warga sipil karena menolak aturan lockdown di Filipina.
Sebelumnya, Presiden Rodrigo Duterte telah memperingatkan akan mengerahkan polisi dan militer untuk menembak siapapun yang melanggar lockdown.
"Ikuti pemerintah saat ini karena ini adalah saat yang kritis," jelas Duterte pada Rabu silam.
Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pria di Filipina Ditembak Mati setelah Langgar Aturan Lockdown
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-filipina-rodrigo-duterte_20170517_083943.jpg)