Kepri Lirik Penerapan PSBB, Gubernur tak Sudi Corona Merajalela, Tolak Izin Berlabuh Kapal Pesiar

Ia menolak kapal pesiar dari Australia yang membawa 2.000 wisatawan yang minta izin bersandar di Kepri.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas Dirlantas Polda Metro Jaya, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, melakukan imbauan kepada pengguna jalan di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2020). Hari pertama penerapan PSBB di Jakarta, petugas mengimbau kepada pengendara untuk memakai masker dan jaga jarak kepada pengendara mobil pribadi. 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kemungkinan bisa diberlakukan untuk seluruh wilayah.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Isdianto berpendapat, pihaknya tak mungkin menunggu ketika virus corona semakin membesar dan menjangkiti warga, baru melakukan langkah-langkah taktis.

“Ada kemungkinan ke sana (menerapkan PSBB), namun kami konsultasi dulu ke pemerintah pusat. Karena kami juga tidak ingin corona semakin banyak menyerang masyarakat,” ujarnya.

Satu Keluarga Terpental Disambar Petir Saat Berteduh Dibawah Pohon, Istri Tewas di TKP

Asal Usul dan Filosofi Rendang, Makan Khas Urang Awak Terkenal Hingga Penjuru Dunia

Saat menerima bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker dari pemerintah pusat, yang diserahkan Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko di Gedung Daerah, Idsianto menjelaskan pihaknya juga tetap menjalankan langkah-langkah pereventif mencegah corona.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat publik, membagi masker dan hand sanitizer, pihaknya juga membatasi siapa pun orang dari luar negeri memasuki wilayah Kepri.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ia menolak kapal pesiar dari Australia yang membawa 2.000 wisatawan yang minta izin bersandar di Kepri.

Tak Tahan Lihat Tubuh Anak Tirinya, Pria Ini Paksa Lakukan Hubungan Badan, Sudah Terjadi 14 Kali

Polisi Tangkap Oknum PNS Bawa Sabu, Ternyata Sudah Jadi TO Sebelumnya

“Dalam rapat secara tegas saya menolak kedatangan wisman ini. Jangan sampai mereka datang membawa virus, karena pasien yang terpapar di Kepri saat ini memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri,” ujar isdianto, Sabtu (11/04/2020).

Menyikapi semakin bertambahnya pasien Covid-19 di Kepri, Isdianto berharap masyarakat patuh akan iimbauan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan social distancing dan physical distancing.

“Tolong patuh. Mari jaga kesehatan dan kebersihan diri serta mengurangi aktivitas yang tidak perlu di luar rumah. Aabila keluar selalu gunakan masker,” ujarnya.

Isdianto yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Manfaat Jahe Untuk Wanita, Bisa Meredakan Mual Hingga Membantu Menurunkan Berat Badan

3 Wanita Muda Tewas Terbakar Setelah Terjebak Dalam Kobaran Api

Apalagi di Kepri jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) terus meningkat dan berpotensi menyebarkan virus corona menjadi lebih luas.

“Karena itu saya selalu mengingatkan menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun atau gunakan hand santizer,” kata Isdianto saat menyampaikan laporan perkembangan Covid-19 Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Minggu (12/04/2020) petang.

Ia mengatakan jumlah OTG di Kepri naik signifikan.

5 Warga Natuna dari Tanjungpinang Jalani Karantina, Alat Mandi Sampai Pulsa Desa yang Sediakan

Polisi Bekuk Perampok Bersenpi Usai Tembak Mati Warga, Satu Pelaku Babak Belur di Hajar Massa

Hingga Minggu, misal, sudah mencapai angka 676 jiwa dan tersebar di hampir semua kabupaten/kota kecuali Anambas dan Lingga.

Dalam laporan Tim Gugus Tugas, OTG terbanyak berada di Tanjungpinang dengan jumlah 270 orang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved