Lebih Kejam dari Kim Jong Un, Diktator Ini Siksa Tahanan Sambil Dengar Lagu Anggota The Beatles

bicara soal diktator, ada satu nama yang jarang terdengar. dia adalah seorang diktator asal Chili.

Kolase Mirror.co.uk , Listverse.com
Kim Jong Un dan Augusto Pinochet 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Jika berbicara mengenai sosok diktator, tentu kita akan mengingat Kim Jong Un.

Pemimpin Tertinggi Korea Utara ini memang dikenal sebagai satu di antara diktator yang masih hidup hingga kini.

Dia dikenal sebagai sosok yang keras.

Contoh, Kim Jong Un pernah menjatuhi hukuman mati pada jenderal yang dituduh melakukan kudeta.

Caranya dengan melemparkannya ke dalam tangki berisi ratusan piranha.

Dia juga tak segan-segan membunuh orang yang dianggap bisa melawannya.

Kim Jong-Un Tak Mau Virus Corona Masuki Korea Utara, Sosok Ini Bakal Dieksekusi Kalau Lolos

Kim Jong Un WARNING Pejabat Tinggi Jika Virus Corona Infeksi Korea Utara

Nah, bicara soal diktator, ada satu nama yang jarang terdengar.

Dia adalah Augusto José Ramón Pinochet Ugarte atau biasa dikenal dengan Augusto Pinochet.

Perlu Anda tahu, dia adalah seorang diktator asal Chili.

Mengutip biography.com pada Selasa (1/10/2019), Augusto Pinochet lahir pada 25 November 1915 di Chili.

Setelah naik ke tampuk kekuasaan, Pinochet menyiksa kaum kiri, sosialis, dan kritikus politik, yang mengakibatkan eksekusi terhadap sekitar 1.200 hingga 3.200 orang.

Lalu menahan setidaknya 80.000 orang dan menyiksa puluhan ribu orang lainnya.

Apa Itu Zona Merah? Status yang Kini Disandang Batam Terkait Penyebaran Virus Corona

Liam Hemsworth Akui Alami Batu Ginjal, Eks Miley Cyrus Ungkap Makanan Sehat Jadi Pemicunya

Selain itu, ada yang mengejutkan dari cara Augusto Pinochet menyiksa lawannya.

Ternyata, diktator asal Chili ini melakukan penyiksaan dengan diiringi sebuah lagu.

Augusto Pinochet.
www.soychile.cl via Sosok.ID
Augusto Pinochet.

Justin Bieber Live Instagram Bareng Fans Indonesia, Suami Hailey Baldwin: Aku Sayang Kamu

Polisi Ceritakan Kronologi Penangkapan Artis Tio Pakusadewo, Beli Narkoba Sebulan Dua Kali

Apakah sebuah lagu akan mengurangi kengeriannya?

Sepertinya hal itu tidak dapat membantu banyak.

Kudeta ini terjadi mengikuti kerusuhan sosial dan politik yang telah terjadi berlarut-larut.

Kerusuhan ini terjadi antara Presiden Salvador Allende yang terpilih secara demokratis tahun 1970 dengan golongan konservatif.

Dikarenakan Allende adalah pemimpin Partai Sosialis, kepentingan perusahaan-perusahaan AS kemudian terganggu.

Lagi Pro Kontra OTG Covid-19 Dikarantina di Rumah, Kadinkes Kepri Minta Tak Ada Diskriminasi

Puluhan Anggota Suku Pedalaman Amazon Positif Covid-19, Bukti Virus Corona Masuk Tempat Terisolasi

AS kemudian mendalangi kudeta untuk menjatuhkan Allande dengan memunculkan Jenderal Pinochet sebagai pemimpin baru.

Jenderal Pinochet dianggap menyelamatkan Chili dari marxisme, meski banyak pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukannya.

Berlangsung selama 17 tahun, pemerintahannya kemudian ditandai dengan penyiksaan dan ribuan kematian rakyatnya yang dianggap subversif.

Pinochet meninggal pada tahun 2006, dan saat itulah penelitian tentang sudut paling gelap dari rezimnya dimulai.

Dilansir pada grunge.com, Dr. Katia Chornik dari Universitas Manchester mewawancarai beberapa orang yang ditahan dan disiksa selama masa pemerintahannya

Dia mengungkap taktik populer dalam penyiksaan yakni dengan diperdengarkan lagu dan musik-musik selama berhari-hari.

Potret Warga Inggris Saat Wabah Covid-19, Physical Distancing hingga Simpan Stok Makanan

Kamar Jenazah Penuh, Amerika Serikat Tumpuk Jenazah Covid-19 di Ruang Pendingin

Lagu yang paling populer digunakan adalah "My Sweet Lord" karya George Harrison yang dirilisnya pada 1970 sebagai musisi solo setelah bubarnya The Beatles di tahun yang sama.

Penelitian itu mengungkapkan bahwa para eksekutor memainkan musik itu sambil menyiksa.

Mereka akan bernyanyi bersama-sama dimulai saat membawa tahanan keluar selnya.

Mereka juga diketahui menggunakan lagu lainnya juga seperti "Venceremos" dari Julio Iglesias dan "Gigi l'amoroso" dari penyanyi Italia Dalida. (Muflika)

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved