VIRUS CORONA DI BATAM
Warga Batam Terdampak Covid-19 Tak Dapat Sembako Diminta Lapor RT, Jika Tak Ditanggapi Ini Solusinya
Jika ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tetapi tidak terdata oleh perangkat RT dan RW setempat, tak perlu khawatir. Ini solusi dari Walikota
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sembako gratis tahap pertama yang dibagikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah berjalan beberapa hari di setiap kecamatan di Kota Batam.
Namun sayangnya, tak seluruh masyarakat mendapatkannya, diutamakan yang terkena dampak Covid-19.
Namun jika ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tetapi tidak terdata oleh perangkat RT dan RW setempat, tak perlu khawatir.
Walikota Batam, Muhammad Rudi menegaskan yang bersangkutan bisa langsung melapor kepada perangkat RT RW-nya di lingkungannya.
• Warga Diimbau Tak Mudik, Pemko Minta Kelud Tak Bawa Penumpang ke Batam, Hanya Boleh Bawa Barang
"Hubungi Lurah dan Camat. Nanti mereka mendata kembali yang kekurangan akan diberikan sehingga semua dapat," tegas Rudi saat berada di Panggung Utama Dataran Engku Puteri, Rabu (22/4/2020).
Apabila tak ditanggapi, bisa langsung hubungi Wali Kota Batam dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Kalau di sana tak ditanggapi Call Mr. Rudi, WA Mr. Amsakar (Wakil Wali Kota Batam), WA Jefridin (Sekda Kota Batam), WA Yusfa Hendri, WA Wan Darusalam. Insyaallah kita penuhi. Kita duduk di sini untuk terima sumbangan," tegas Rudi.
Bakal Dibagi 7 Bulan
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan, paket sembako gratis tahap I yang telah dibagikan sejak Sabtu (18/4/2020) lalu merupakan bonus bagi warga terdampak covid-19.
Karena sebenarnya, paket bagi 260 ribu kepala keluarga (KK) di Batam baru akan dibagikan setelah sembako tiba.
Ia menambahkanm masyarakat Kota Batam nantinya akan mendapatkan paket sembako gratis selama kurang lebih 7 bulan.
Yakni, 2 bulan dari Pemko Batam, 2 bulan dari BP Batam, dan 2 bulan dari Gubernur Kepri.
"Yang sekarang ini semacam bonus. Jadi nantinya ada 7 bulan," kata Amsakar Achmad, Selasa (21/4/2020).
Sementara itu, mengingat masih kurangnya paket sembako untuk tahap I ini, Pemko Batam mengharapkan bantuan dari relawan atau pengusaha yang ada di Batam.
Di tengah pandemi Covid-19, cukup banyak organisasi, pengusaha, swasta ataupun relawan peduli dan turut membantu membagikan sembako kepada masyarakat Kota Batam.
Sementara Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga melakukan hal sama dan sudah mendata warga yang terdampak Covid-19.
Berdasarkan pendataan perangkat RT dan RW sebanyak 260 ribu KK yang terdampak, sementara Pemko Batam baru mampu menyediakan sebanyak 192 ribu KK di tahapan pertama ini.
"Sebenarnya jumlah warga yang terdata ada 260 ribu KK. Sedangkan paket yang ada di Disperindag 192 paket. Jadi kami masih kekurangan 68 ribu," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
• Harga-harga Sembako Termasuk Gula, Cenderung Melonjak karena Pandemi Virus Corona
Sejauh ini pihaknya masih mencari bantuan dari pihak swasta yang ingin membantu.
Sehingga 260 ribu KK yang terdampak ini bisa mendapat bantuan sembako.
"Itulah sekarang pak wali dan saya menelepon siapa saja yang ingin menyumbang. Seperti pak Beny, Kadis, rekan Kadis dan lainnya kami ajak membantu. Inilah saatnya saudara-saudara membantu warga," katanya.
Upaya yang dilakukan tersebut membuahkan hasil.
Setelah pihaknya inventarisir bantuan swasta sedemikian rupa, Pemko baru mendapat bantuan totalnya untuk pembagian sembako sebanyak 38 ribu KK.
"Kekurangannya 30 ribu paket lagi. Semoga dalam waktu seminggu ke depan sudah selesai," kata Amsakar.
Pembagian sembako bantuan dari pihak swasta nantinya dibagikan tidak bersamaan dengan paket sembako yang berasal dari anggaran Disperindag Kota Batam.
Hal ini menghindari terjadinya tumpang tindih.
"Saya mau rapat koordinasi mau memastikan berapa yang sudah terkumpul. Sebaiknya pembagian pun tidak bersamaan dengan Disperindag ini. Nanti jadi tumpang tindih. Dengan situasional seperti ini segala keputusan memang cepat berubah. Mengambil keputusan itupun akan cepat diambil," katanya.
Dalam hal ini ia juga mengajak pihak swasta untuk bekerjasama membantu pemerintah dalam pembagian sembako ini.
Dan menyarankan agar tidak membagikan sendiri-sendiri.
Sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.
"Sebenarnya menjadi harapan kami kalau bisa satu pintu alangkah lebih baik. Tetapi beberapa di antara rekan-rekan juga ingin melakukannya sendiri-sendiri. Sebenarnya kita tak bisa memaksa atau mengajak harus melalui kita juga," katanya.
Paling tidak, dalam hal ini Amsakar mengimbau kepada pihak swasta yang mampu membantu Pemko Batam dalam menutupi kekurangan tersebut.
Sehingga penyerahan bantuan bisa lebih terkoordinir.
"Bersama-sama sepenanggungan membantu masyarakat. Kalau ingin berkontribusi lebih baik satu tangan mumpung pada saat yang sama kita sedang memobilisasi mencari 30 ribu paket sembako lagi," katanya.
Bantah Nilai Paket Rp 300.000
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad membantah kabar beredar yang menyebut jika sembako gratis yang dibagikan tahap I mulai Sabtu (18/4/2020) silam nilainya mencapai Rp 300.000.
"Tahap pertama nilai sembako per paket harganya sekitar Rp 98 sampai Rp 100 ribu. Yang jelas jangan ada persepsi seolah-olah ini angka Rp 300 ribu itu. Padahal bukan. Ada rupanya pemahaman yang keliru masuk di WA masuk di FB kok nilai barangnya seperti ini," ujar Amsakar, Selasa (21/4/2020).
Adapun per paketnya terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula dan 2 liter minyak goreng.
Sembako tahap awal ini disiapkan untuk sebanyak 192 ribu Kepala Keluarga (KK), jadi bukan 260 ribu KK.
• VIRAL di Media Sosial, Isian Paket Sembako Gratis di Batam Cuma Setengah, Begini Fakta Sebenarnya
"Yang sekarang kita lakukan adalah yang awalnya bazar sembako murah orang yang mampu pun dimungkinkan kalau dia mau beli. Tapi membayar setengah harga. Tapi karena kondisi seperti ini, bazar sembako murah ini kita gratiskan. Paket bazar sembako murah hanya untuk 192 ribu KK bukan 260 ribu KK seperti yang kami sampaikan di dinsos," paparnya
Lantas bagaimana mekanisme pendistribusian ini agar dipastikan tepat sasaran dan sesuai prosedur?
Amsakar mengaku dirinya turun langsung ke beberapa kecamatan sejak awal pembagian sembako berlangsung.
Tak sendirian, dirinya juga didampingi oleh tim lainnya.
"Saya turun 3 kecataman. Yang mendistribusikan waktu itu baru 2. Di antaranya kecamatan Lubuk Baja, Alhamdulliah terselenggara secara baik oleh tim," katanya.
Ia menegaskan, perangkat RT RW Babinsa Babinkatbtimas bergerak bersama-sama.
Semuanya bermasker, jaga jarak, dan warga mengambil sembako itupun disiapkan titik-titik tertentu di kelurahan itu.
"Terus terang saya terharu dan bangga. Kalau kolektivitas terbangun semuanya lebih indah. Saya semalam juga pergi ke Sagulung, masuk kantor lurah, Sei Pelenggut sampai di kantor lurah seluruh RT RW jemput sembako ada yang pake pick up dan mobil sampah dan membawa lingkungan ke RT dan RWnya. Saya juga ke Tembesi namun saat itu mereka belum mendistribusikan. RT RW jemput di TOP 100 dilakukan oleh Disperindag," paparnya.
Amsakar menambahkan dirinya turun langsung ke bawah untuk memastikan barang terdistribusi tepat sasaran dan memastikan protokol kesehatan berjalan tak ada yang berkerumun.
"Saya sampaikan ke Camat-camat yang lain Lubukbaja, Sagulung dan Sekupang jadi referensi dalam pendistribusian sembako ini," katanya. (Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)