VIRUS CORONA DI SUMBAR
UPDATE Data Corona di Sumbar, Jumat (8/5), Kasus Baru 18, Total 270, Sembuh 46
"Total yang telah terinfeksi sampai saat ini adalah 270 orang. Jumlah yang meninggal sama dengan hari kemarin yakni 16 orang," kata Wagub Nasrul Abit
TRIBUNBATAM.id, PADANG - Jumlah kasus covid-19 di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) hingga Jumat (8/5/2020) masih terus bertambah.
Hari ini, pemerintah Sumatera Barat melaporkan terjadi penambahan 18 kasus baru yang terkonfirmasi.
Tambahan 18 kasus baru yang terkonfirmasi ini membawa jumlah kasus covid-19 di Sumbar kini menjadi 270 kasus.
• UPDATE Data Corona di Indonesia Jumat (8/5) Sore, Kasus Baru 336, Total 13.112
• 3 Hari Dikubur Hidup-hidup oleh Anaknya, Wanita 79 Tahun Ini Ditemukan Masih Hidup
• Viral, Kakek Ngamuk Tak Mau Karantina Karena Status PDP: Orang Tak Salah, Kok Dikunci Pintunya
Dari 270 kasus ini, total pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 5 orang.
Sehingga total orang sembuh dari covid-19 di Sumbar kini menjadi 46 orang.
Sementara jumlah kematian akibat virus corona ini bertambah 1 orang sehingga jumlahnyab menjadi 17 orang.
"Total yang telah terinfeksi sampai saat ini adalah 270 orang. Jumlah yang meninggal sama dengan hari kemarin yakni 16 orang," tutur Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat ditemui, Jumat (8/5/2020).
Nasrul Abit menjelaskan, di Sumbar ada sejumlah daerah yang masih dikategorikan aman dari Covid-19, yakni Lima Puluh Kota, Sijunjung, Kota Solok, dan Sawahlunto.
Sebelumnya, kata dia, Solok Selatan termasuk zona hijau tetapi sekarang di daerah tersebut ditemukan ada tiga warga yang positif.

Ia mengatakan, ada daerah yang termasuk zona hijau ternyata sekarang tidak hijau lagi.
Daerah tersebut sudah diminta melakukan pool test, kira-kira yang diduga akan tarjangkit daerah mana saja.
Nasrul Abit menyebut, diberi kesempatan 100 sampel per kabupaten dan kota.
"Kemarin Solok Selatan sudah melakukan itu, yang tadinya hijau, ternyata ditemukan ada tiga yang positif," ungkap Nasrul Abit.
Nasrul Abit berharap, covid-19 tidak ada lagi berkembang ke daerah lainnya.
Ia mengatakan, tidak masalah peningkatan positif itu lebih cepat dan tiap hari meningkat.
"Tidak apa-apa, justru lebih baik, cuma harus seiring dengan diberlakukannya PSBB, tidak ada lagi orang yang masuk ke Sumbar," tegas Nasrul Abit.
Tambah 3 Orang di Padang Panjang
Kasus positif virus Corona atau Covid-19 Kota Padang Panjang kembali bertambah.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Padang Panjang, Ampera Salim mengatakan terdapat 22 pasien positif Covid-19 hingga, Jumat (8/5/2020).
Jumlah tersebut bertambah tiga orang dari sebelumnya yang hanya 19 orang.
Hal itu diketahui dari hasil laboratorium Unand yang keluar pada Jumat (8/5/2020) dinihari.
"Warga positif Covid-19 di Padang Panjang bertambah 3 orang lagi. Semula berjumlah 19 orang, kini menjadi 22 orang," kata Ampera Salim.
Rinciannya, inisial HA, AR, dan AG yang merupakan hasil tracing pasien nomor 09 dari kelurahan Kampung Manggis.
Dijelaskan Ampera Salim, pasien Covid-19 Nomor 09 inisial AP telah menularkan virus Covid-19 ke 7 orang yang merupakan keluarganya.
"Yaitu inisial NW, DW, DT, NP, HA, AR dan AG," ungkap Ampera Salim.
Dia juga menyebutkan, semua hasil swab positif akan diisolasi di RSUD Padang Panjang.
Pasien HA sudah dikarantina di RSUD Padang Panjang sejak, Sabtu, (2/5/2020).
Sementara AR dan AG dibawa ke RSUD pada Jumat pagi, (8/5/2020).
Ampera Salim juga merincikan dari 528 sampel yang dikirim ka Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, sudah selesai hasil pemeriksaannya sebanyak 361 sampel.
Hasilnya dari 361 sampel itu 22 orang dinyatakan positif Covid-19, selebihnya negatif.
"Kini Dinas Kesehatan Padang Panjang masih menunggu hasil 167 sampel lainnya," tukas Ampera Salim.
Ampera Salim menuturkan, pihaknya akan mencari tahu perkembangan Covid-19 selanjutnya dengan melakukan swab terhadap lebih kurang 150-200 orang warga.
"Angka itu didapatkan dari hasil tracing kasus positif Covid-19 yang ada saat ini," kata Ampera Salim.
Menyikapi hal tersebut, Pemko Padang Panjang meminta kepada masyarakat untuk menghindari kontak fisik dan jaga jarak minimal satu meter.
Juga diingatkan untuk selalu pakai masker dan bila tidak ada keperluan yang sangat penting jangan keluar rumah.(*)
\\
\\
\\