Rabu, 3 Juni 2026

VIRUS CORONA DI SINGAPURA

Angkat Bicara Soal New Normal, Profesor di Singapura Sebut Harus Bebas dari Intervensi Politik

Untuk memberlakukan kebijakan PSBB menuju New Normal, didasarkan pada kajian ilmiah dan bebas dari campur tangan politik. Ini kata profesor dari NUS.

Tayang:
straitstimes.com
Ilustrai warga Singapura di bandara. 

Nantinya para pelajar masih akan belajar dari rumah untuk beberapa hari tertentu.

Dalam rangka pembukaan perekonomian yang aman dan berkelanjutan, Chan memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengusaha dan pekerja terkait protokol-protokol yang perlu dilakukan selama beraktifitas.

Nantinya, Pemerintah Singapura akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan tahap pertama pembukaan perekonomian.

Apabila tingkat penyebaran Covid-19 masih tetap rendah, maka Negara Singa tersebut akan melanjutkan pembukaan perekonomian ke tahap kedua.

Sebagai informasi, mayoritas penggerak roda perekonomian Singapura sudah mulai ditutup sejak awal April kemarin.

Hal tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat.

Pasalnya, Singapura menjadi salah satu negara dengan tingkat sebaran tertinggi, dimana sampai saat ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai lebih dari 34.800 orang.

(*)

Terjebak di Singapura Saat Krisis Covid-19: Saya Tahu Ramadhan Sudah Lewat, Tapi Saya Terpaksa Puasa

Kasus Covid-19 Sempat Melonjak, Singapura Berencana Bangun Asrama Baru Untuk Pekerja Asing

PM Singapura Bicara Masa Depan Setelah Krisis Covid-19: Ini Akan Sulit, Tapi Singapura Akan Kuat

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Profesor Tamu NUS Singapura: Kebijakan New Normal Harus Bebas dari Intervensi Politik ".

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved