Orangtua Waswas Anak Kembali ke Sekolah, New Normal Pendidikan Masih Polemik

Mayoritas kepala sekolah maupun orangtua/wali siswa di Tanjungpinang, tak sepakat bila new normal diterapkan pada dunia pendidikan

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BERSEKOLAH - Murid SD Negeri 002 Ranai memakai masker saat bersekolah di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (04/02/2020). Bulan Juli mendatang peserta didik dijadwalkan masuk sekolah lagi. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG -  Mayoritas kepala sekolah (kepsek) maupun orangtua/wali siswa di Tanjungpinang, tak sepakat bila new normal diterapkan pada dunia pendidikan.

Terapkan Online dan Tatap Muka, Sekolah Swasta di Batam Buka Pendaftaran Sejak 2 Juni

Hipotesis itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah, saat menginisiasi diskusi bersama Dinas Pendidikan dan puluhan kepala sekolah melalui aplikasi Zoom.

"Bila melihat hasil diskusi keputusan membuka proses belajar mengajar dalam bentuk tatap muka harus diputuskan hati-hati, mengingat anak usia sekolah berpotensi terinfeksi Covid-19.

Masih Beresiko Besar, Filipina Tidak Akan Izinkan Siswa Masuk Sekolah Sampai Ada Vaksin Corona

Pemko harus menyiapkan sarana prasarana yang dibutuhkan sekolah untuk melaksanakan new normal, termasuk peraturan yang akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan," ujar Rizky, Rabu (10/06/2020).

Kadis Pendidikan Tanjungpinang Atmadinata mengatakan telah melakukan survei terhadap orangtua/wali siswa, terhadap kesiapan pembukaan kembali kegiatan tatap muka di sekolah.

Niat Datang Sekolah ke Yogyakarta, Pemuda Malah Ajak Wanita Kencan di Hotel & Bunuh Karena Menolak

Hasilnya hanya 8,7 persen dari 6.379 responden setuju new normal diterapkan pada pendidikan.

Survei sama ternyata dilakukan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanjungpinang Tri Elis Setyowati.

Jadwal Masuk Sekolah di Kabupaten Karimun Pasca Belajar di Rumah, Bupati Keluarkan Surat Edaran

Hadir pada diskusi via daring, Tri mengatakan dari 200 orangtua/wali siswa yang jadi responden hanya 14 orang yang setuju proses belajar megajar kembali dilakukan di sekolah.

Sementara itu Kepsek SMP Pelita Nusantara, Maulana mengusulkan bila proses belajar mengajar dibuka kembali harus dengan sistem jeda per hari.

Baru 3 Hari Dibuka, Korea Selatan Tutup Kembali Sekolah Setelah Muncul 176 Kasus Baru Covid-19

"Misalnya kelas tujuh di hari Senin, kelas delapan hari Selasa, kelas sembilan hari Rabu dan seterusnya berulang," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Disdik Tanjungpinang juga mengklaim sudah menyusun protokol kesehatan, untuk dijalankan bila proses belajar mengajar kembali di sekolah.

New Normal Pendidikan, Presiden Jokowi: Jangan Grusa-grusu Tetapkan Jadwal Masuk Sekolah

Selain protokol standar semisal memakai masker, fasilitas tempat mencuci tangan dan penerapan physical distancing, siswa diharuskan membawa bekal dari rumah karena kantin diminta tutup.

Selain itu sekolah akan mempersingkat kegiatan belajar mengajar, yakni satu jam mata pelajaran yang semula 40 menit menjadi 20 menit.

Saran Komisi Perlindungan Anak untuk Sekolah Saat New Normal: Tak Ada Istirahat, Belajar Cukup 4 Jam

"Juga ada pembagian dua shift, tujuannya mencegah penumpukan siswa saat datang," ujar Atmadinata, seraya mengungkapkan telah meminta ahli epidemilogi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membantu membuat kajian.

Kasus Baru Melonjak
Menjelang fase new normal Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif dengan lonjakan drastis.

Pada Rabu tercatat tambahan 1.241 kasus baru, yang membuat 34.316 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 secara nasional.

Tutup Perbatasan Dengan China Untuk Antisipasi Pandemi Corona, Warga Korut Terancam Kelaparan

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, meningkatnya penambahan kasus positif disebabkan tracing yang agresif.

Adapun penambahan kasus tersebut merupakan spesimen yang dikirim oleh puskesmas atau Dinas Kesehatan sejumlah daerah, dan tidak didominasi dari hasil laporan rumah sakit.

Nadiem Makarim Siap Skenario Belajar di Sekolah, Tapi Tergantung Gugus Tugas

"Bahwa sebagian besar penambahan kasus ini adalah spesimen yang dikirim puskesmas atau Dinkes," ujar Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

Menurut dia itu jadi bukti bahwa tracing agresif bisa mendapatkan banyak kasus positif, sehingga upaya isolasi mandiri segera bisa dilakukan agar penyebaran virus dapat dikendalikan.

Jadi Perhatian Gugus Tugas, Kadinkes Sebut Pasien Positif Corona Sering ke Pasar Jodoh Batam

"Ini bukti tracing agresif menangkap banyak kasus positif," katanya.

Menilik data Tim Gugus Tugas Nasional penambahan kasus positif masih masif.

Namun melihat sebaran per provinsi sebagian besar sudah mengalami kondisi stabil.

Penjaga Pos Gugus Tugas Covid-19 Tewas Ditikam, Ada Sejumlah Luka Tusukan di Tubuhnya

"Kita bisa lihat secara keseluruhan masih meningkat angkanya, tetapi beberapa provinsi sudah stabil," jelas Yurianto.

Sebagai informasi Gugus Tugas Nasional melalui Gugus Tugas di daerah telah melakukan pemeriksaan 17.757 spesimen, sehingga akumulasi yang sudah diperiksa 446.918 spesimen.

Menuju New Normal, Isdianto Minta Warga Kepri Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Dari pemeriksaan tersebut didapatkan 1.241 kasus positif baru sehingga totalnya menjadi 34.316.

Penambahan kasus positif terbanyak terjadi di lima provinsi, meliputi Jawa Timur dengan tambahan 273 kasus, Sulawesi Selatan 189 kasus.

Kemudian DKI Jakarta 157 kasus, Jawa Tengah 139 kasus dan Kalimantan Selatan 127 kasus.

Tak Ada Penambahan Kasus Baru, Kadinkes Sebut Status Tanjungpinang Zona Kuning Covid-19

Selain itu ada 15 provinsi yang melaporkan kenaikan di bawah 10 kasus dan enam provinsi yang tidak melaporkan terjadi kenaikan kasus sama sekali.

"Sebagai contoh Sumatera Barat, hari ini naik 14 pada angka yang kita bisa prediksikan, dengan kesembuhan 28.

Kemudian ada beberapa provinsi lain, sebagai contoh Gorontalo hari ini ada enam kasus, tetapi tujuh dilaporkan sembuh," jelasnya melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Batam.

Catat Rekor Tertinggi Kasus Baru Corona di Indonesia, Ini Tanggapan Istana soal New Normal

Selain kasus positif, Gugus Tugas Nasional juga melaporkan pasien sembuh menjadi 12.129 setelah ada penambahan sebanyak 715 orang.

Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 36 orang sehingga totalnya menjadi 1.959.

Corona di Batam Meledak Lagi, Tambah 13 Kasus Baru Covid-19, Terkait Pasien 32 dan 35

"424 kabupaten/kota yang terdampak di 34 provinsi. Pasien yang kami awasi sebagai PDP adalah 14.242 orang, sementara ODP 43.945 orang," pungkasnya. 

(tribunbatam.id/Endra Kaputra)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved