Dua KEK Baru Disetujui di Batam, Bisa Serap Hingga Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Dua KEK baru ini yakni Nongsa Digital Park dan MRO Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru disetujui di Batam. Hal ini diputuskan dalam sidang Dewan Nasional KEK.
Adapun dua lokasi KEK di Batam terdapat di Kecamatan Nongsa.
Pertama, Nongsa Digital Park (NDP), kedua, MRO Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim Batam.
Penetapan KEK di Batam ini telah lama ditunggu sejumlah pihak.
Sebagai gambaran, beberapa pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam bahkan telah berganti sejak wacana KEK di Batam digaungkan, hingga akhirnya disetujui pada tahun 2020.
Kepala BP Batam, HM Rudi mengatakan, kedua lokasi ini, yakni NDP dan MRO Batam Aero Technic sudah jelas status lahan dan kepemilikannya.
"Artinya dengan dua (lokasi) ini disahkan kita harap 1 atau 2 bulan administrasinya akan selesai, dan Pemerintah akan membantu untuk operasionalnya," jelas Rudi di Gedung Marketing BP Batam, Jumat (10/7/2020) di Batam Center.
Lokasi pertama adalah Bandara Hang Nadim. Di lokasi ini akan dibangun KEK untuk Maintenance Repair & Overhaul (MRO) Batam Aero Technic.
• Kantongi Kelas Utama, Bandara Hang Nadim Batam Punya Landasan Pacu Terpanjang di Indonesia
• Praktik Judi Online Beromzet Ratusan Juta Rupiah di Batam Terungkap, Ini Modusnya
Di sana telah disiapkan lahan seluas 30 hektare untuk kegiatan industri MRO. Nilai investasinya mencapai Rp 6,2 triliun dan penyerapan tenaga kerja sejumlah kurang lebih 9.976 tenaga kerja.
"Kalau lah Januari atau Februari MRO mulai jalan, maka kegiatan repair dan pemeliharaan pesawat dapat difokuskan di Batam.
Para pilot juga dapat disewa untuk membawa pesawat yang butuh perbaikan. Artinya, ini bisa jadi pemasukan dan objek wisata baru juga," terang Rudi, yang juga merupakan Wali Kota Batam ini.
Persyaratan seperti ketersediaan infrastruktur dan dokumen administrasi telah dilengkapi untuk menjalankan KEK MRO Batam Aero Technic ini. Selain itu, lahannya juga dikuasai dan peruntukannya telah sesuai dengan Perpres No. 87 Tahun 2011 tentang RTR KSN BBK.
Adapun investor utama yang menunjang kegiatan industri di KEK ini adalah PT. Batam Aero Technic yang telah berpengalaman melayani MRO untuk pesawat-pesawat Lion Air Group.
Perusahaan ini sudah mulai beroperasi di Bandara Hang Nadim Batam sejak tahun 2014.
Lokasi kedua, KEK Nongsa Digital Park diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata dan industri Digital Park. Kawasan ini dibangun di atas lahan seluas 166,45 hektare dengan nilai total investasi Rp 16 triliun; Rp 1,092 triliun dari investasi pembangunan kawasan, dan Rp 14,908 triliun lainnya dari investasi tenan.
Kawasan ini ditargetkan dapat menyerap sekitar 16.500 tenaga kerja. Hingga saat ini, sudah ada kurang lebih 1.395 tenaga kerja yang telah terserap.
Dari segi kesiapan, lahan KEK Nongsa Digital Park juga telah dikuasai dan peruntukannya sama seperti KEK MRO Batam Aero Technic. Dengan infrastruktur kawasan dan dokumen persyaratan yang telah lengkap, KEK Nongsa Digital Park telah menarik investor dari PT Kinema untuk IT Apple Academy dan calon investor data center PT Nexus, D-Town Commercial Center.
"Pengusul untuk Nongsa Digital Park itu dari PT Taman Resor Internet (Tamarin). Progres semua sudah lengkap, tapi sebelum jalan harus kita dudukkan dulu sistemnya gimana. Harus ada satu sistem yang mengontrol arus keluar masuk barang," jawab Rudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/batam-aero-technic_20170708_214030.jpg)