HRD Gadungan Perdaya Gadis Desa, Korban Diminta Bugil Hingga Diajak Berhubungan Badan

Rupanya, Suherman merupakan HRD gadungan yang mengaku-ngaku bekerja di sebuah perusahaan susu di Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat.

Editor: Eko Setiawan
Tribun Jabar
Ilustrasi perkosaan yang dilakukan oleh HRD Gadungan 

Editor: Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id, BANDUNG BARAT - Berharap mendapatkan pekerjaan, sejumlah gadis desa ini malah menjadi korban pelecehan oleh seorang Pria.

Modus yang dilakukan pelaku yakni mengaku kalau dirinya merupakan seorang staf HRD disebuah perusahaan besar. 

Belasan gadis desa berhasil diperdaya seorang pria yang mengaku berprofesi sebagai staf HRD (Human Resource Departement).

Suherman mengaku sebagai staf HRD untuk mengelabui wanita yang menjadi korbannya.

Sejarah Bandara Hang Nadim Batam, Punya Landasan Pacu Terpanjang Se-Indonesia

DIDUGA Ada Korban Lain, Polisi Kembangkan Kasus Trafficking di Batam, Pakai Modus Lowongan Kerja

Suami Siksa Istri Hingga Tewas Cuma Karena Tak Diberikan Uang Rp 20 Ribu

Rupanya, Suherman merupakan HRD gadungan yang mengaku-ngaku bekerja di sebuah perusahaan susu di Gadobangkong, Kabupaten Bandung Barat.

Tak hanya itu, pria berusia 24 tahun itu juga mengajak wanita yang sudah menjadi incarannya untuk bertemu hingga berhubungan badan.

Saat ini, pria yang berprofesi sebagai sopir angkot itupun telah berhasil diamankan oleh polisi.

Rupanya, pawa wanita ini masuk dalam perangkap yang sudah direncanakan oleh pelaku.

Para wanita yang berniat mencari pekerjaan ini malah dimangsa oleh Suherman untuk melayaninya diatas ranjang.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Marzuki menjelaskan modus yang dilakukan oleh pelaku sehingga para korban masuk dalam perangkap yang dibuat oleh pelaku.

Menurutnya, pelaku mulanya memasang iklan lowongan pekerjaan di akun facebook (FB) palsu yang dibuatnya.

Kemudian, banyak perempuan yang tertaring dengan lowongan kerja yang dipajang oleh pelaku diakun fb paslunya tersebut.

"Ada 11 orang korbannya, semuanya perempuan," kata Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki di Mapolres Cimahi (03/8/2020) dikutip TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar.

KASUS Covid-19 Meledak, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar Rumahkan Stafnya

DJOKO TJANDRA dan Sejarah BANK BALI, Sempat Punya Kantor Cabang di Los Angeles dan Cayman Island

Sistem Belajar Tatap Muka di Karimun Ditutup 3 Hari, Ada Potensi Diperpanjang Dampak Covid-19

Tak hanya itu, kata dia, para korban juga diminta membayar udang administrasi dan berfoto tanpa busana oleh HRD gadungan tersebut.

"Korbannya dihubungi melalui "chat" di FB dan diminta uang senilai Rp 1.500.000 sebagai biaya administrasi dan diminta untuk foto tanpa busana dengan alasan untuk tes kesehatan," ujar AKBP M Yoris Marzuki.

tribunnews
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki menginterogasi pelaku penipuan dan pencabulan yang mengaku sebagai HRD di satu perusahaan di KBB. (tribunjabar/daniel andrean damanik)
Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved