VIRUS CORONA DI BATAM
Lima Pekerja di Kampung Bule Dibawa ke RSKI Covid-19 Galang, Reaktif Saat Rapid Test
Sebanyak 117 orang diketahui ikut dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Batam ini.
Menurutnya, wanita ini sempat mengusap air liur mendiang YHG ke wajahnya saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan.
Diduga, tindakan itu adalah bentuk kekecewaan jika jenazah YHG harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19.
Sebelumnya, sebanyak 12 orang yang terlibat dalam insiden ambil paksa jenazah sendiri terkonfirmasi positif Covid-19.
Dari Kadinkes Batam diketahui, saat insiden ambil paksa jenazah dilakukan, kerabat atau keluarga YHG juga menyewa sebanyak 6 (enam) orang petugas mayat untuk membawa jenazah ke rumah duka.
Tanggapan Wali Kota Batam
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi tak banyak berkomentar perihal upaya pencegahan kasus ambil paksa jenazah Covid-19 yang belakangan ini marak terjadi di Kota Batam.
Menurutnya, saat ini masyarakat telah mulai sadar akan kesalahan tindakannya, serta kasus ambil paksa jenazah tersebut sudah diproses sebagaimana ketentuan hukum dan protokol kesehatan yang ditetapkan.
"Sudahlah, yang penting sudah kita laksanakan, masyarakat sudah bisa diajak koordinasi, sudah menyerahkan dan sudah dibawa sesuai protokol kesehatan," ucap Rudi, Senin (24/8/2020).
Sebelumnya, dua kasus pengambilan paksa jenazah terjadi di Batam dalam waktu berdekatan.
Satu di RS Budi Kemuliaan, kedua di RSBP Batam. Kedua jenazah dalam kasus serupa tersebut telah terkonfirmasi positif Covid-19.
Alhasil, sejumlah keluarga dan kerabat yang terlibat dalam kasus tersebut banyak yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.
Seperti 12 orang anggota keluarga dari jenazah YHG (47) bernomor kasus 433 dari RSBP Batam.
Kasus ambil paksa jenazah dari RSBK Batam pun saat ini telah diamankan dan menjalani proses hukum.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, telah menyatakan bahwa usulan penindakan terhadap kasus ambil paksa jenazah dapat dicantumkan dalam peraturan kepala daerah (Perkada) penindakan pelanggar protokol kesehatan di Kota Batam.
Terkait hal ini, Wali Kota Batam meminta ditanyakan langsung ke Sekda, Jefridin.