VIRUS CORONA DI BATAM
Lima Pekerja di Kampung Bule Dibawa ke RSKI Covid-19 Galang, Reaktif Saat Rapid Test
Sebanyak 117 orang diketahui ikut dalam kegiatan yang bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Batam ini.
"Tanya pak Sekda, sudah dilimpahkan kepada pak Sekda untuk selesaikan, termasuk pembentukan tim," jawab Rudi ketika ditemui di Kantor DPRD Kota Batam usai Rapat Paripurna, Senin.
Sebelumnya, Rudi sempat meminta agar proses tes swab bisa dipercepat agar hasilnya juga bisa cepat diketahui.
Satpol PP Akan Jaga Rumah Sakit
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sangat menyayangkan tindakan masyarakat dalam beberapa kasus pemulangan paksa jenazah Covid-19 yang baru-baru ini marak terjadi di Batam.
Sebelumnya, memang telah terjadi kasus ambil paksa jenazah terkait Covid-19 di beberapa rumah sakit seperti RS Budi Kemuliaan dan RSBP Batam.
Sebagai upaya pencegahan terjadinya hal serupa di kemudian hari, Amsakar menyatakan akan mengusulkan penguatan pengamanan oleh Satpol PP di beberapa lokasi rumah sakit diBatam.
Penambahan personil penjagaan ini diharapkan dapat mencegah kasus ambil paksa jenazah oleh masyarakat kembali terjadi.
"Saya akan coba bahas di internal, kita akan perkuat Satpol PP untuk berjaga di ruangan-ruangan, misalnya di RSUD, atau rumah sakit lainnya," jawab Amsakar ketika diwawancarai di Aula Gedung PIH, Minggu (23/8).
Kemudian Amsakar menambahkan, upaya penjagaan secara eksternal ini tak akan lengkap tanpa dukungan pemahaman serta kesadaran masyarakat sendiri.
Ia senantiasa mengimbau agar masyarakat tidak memaksakan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan serta protokol kesehatan, terutama di masa krisis akibat Covid-19 ini.
"Tolong diingat, Covid-19 ini penyakit yang menular dan dapat menjangkit dengan mudah. Jangan dipaksakan tindakan seperti sebelumnya ini yang membuat tenaga medis akhirnya harus men-tracing semua orang yang terlibat," jelas Amsakar.
Tindakan ambil paksa jenazah seperti yang sebelumnya terjadi itu, menurutnya dapat berdampak pada timbulnya klaster Covid-19 baru yang membuat kasus di Kota Batam kian meningkat.
Oleh karenanya, ia mengharapkan agar masyarakat tidak gegabah melakukan tindakan dengan turut memperhatikan keselamatan orang lain di sekitarnya.
"Ini sudah ada dua kasus, ya kita tidak ingin lagi ada yang lain, sebab kalau ke depan itu terjadi lagi kita akan tuntut," tegas Amsakar.
Perihal ini, Amsakar mengaku akan mempertimbangkan kasus ini dalam penyusunan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) yang saat ini tengah digodok.