Breaking News:

Polisi dan TNI Jaga Ketat Kawasan Ini, Antisipasi Demo Tolak UU Cipta Kerja Rusuh Picu Penjarahan

Mengantisipasi potensi kerusuhan hingga berujung penjarahan aparat TNI dan Kepolisian akan menjaga kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat

Tribun Medan/Danil Siregar
Pengunjuk rasa melakukan aksi menolak pengesahan UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Kamis (8/10/2020). Aksi demontrasi dari berbagai lembaga di Medan tersebut berujung bentrok dengan aparat kepolisian 

TRIBUNBATAM.ID - Aksi unjuk rasa besar-besaran kembali akan berlangsung hari ini, Selasa (20/10/2020).

Sejumlah elemen mulai dari buruh, mahasiswa dan organisasi kemasyarakat kembali turun ke jalan menyuarakan halmyang sama, menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Baca juga: Presiden Jokowi Bilang Tidak Bisa, MUI Sudah Minta Perppu Batalkan UU Cipta Kerja

Baca juga: MUI Kesal Diundang Jokowi Usai UU Cipta Kerja Diketok, Muhyiddin: Saya Tak Tahu di Balik Ini Semua!

Baca juga: BEM SI Turun Lagi ke Jalan! Tak Gentar Ditangkap Polisi, Desak Pemerintah Cabut UU Cipta Kerja

Sejak dua pekan lalu penolakan terhadap UU Cipta Kerja terus terjadi di sebagian wilayah Indonesia.

Demo yang berujung ricuh di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, ricuh, Selasa (13/10/2020). Demo ini untuk menolak UU Cipta Kerja omnibus law
Demo yang berujung ricuh di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, ricuh, Selasa (13/10/2020). Demo ini untuk menolak UU Cipta Kerja omnibus law (KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNG)

Beberapa aksi berujung ricuh dan penangkapan terhadap sejumlah orang oleh polisi.

Baca juga: VIDEO - Dukun Ikut Demo UU Cipta Kerja, Serukan RIP Demokrasi Indonesia

Baca juga: Kontroversi UU Cipta Kerja! Tanggapi Perubahan Halaman Draf Final, Mahfud MD: Pantas Jadi Pertanyaan

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf Amin, KSPSI Siapkan Judicial Review Jegal UU Cipta Kerja di MK

Aksi pun terus berlanjut di sejumlah titik Ibu Kota.

Guna mengantisipasi adanya potensi kerusuhan hingga berujung kepada penjarahan, aparat TNI dan Kepolisian akan menjaga kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat selama aksi unjuk rasa.

BENTROK - Bentrokan antara massa aksi menolak UU Cipta Kerja dan kepolisian pecah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020).
BENTROK - Bentrokan antara massa aksi menolak UU Cipta Kerja dan kepolisian pecah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Hal itu diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru.

Dijelaskannya, alasan pihaknya menjaga ketat wilayah tersebut lantaran Glodok diketahui merupakan sentra ekonomi Jakarta Barat.

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf Amin, KSPSI Siapkan Judicial Review Jegal UU Cipta Kerja di MK

Baca juga: Mahfud MD Ngaku Punya List Aktor Kerusuhan Demo Tolak UU Cipta Kerja: Ndak Ada Nama SBY

Baca juga: Hotman Paris Sebut Bagian UU Cipta Kerja yang Ditakuti Majikan Tapi Tak Disadari: Selamat Bagi Buruh

"Kita tahu bersama Tamansari adalah sentra ekonomi terbesar di Jakarta Barat sehingga banyak orang yang mengadu nasib di sana," kata Audie usai apel siaga dengan tokoh masyarakat Jakarta Barat di lapangan Tamansari, Jakarta Barat pada Senin (19/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, kawasan Glodok juga merupakan kawasan pemukiman warga.

Aparat Kepolisian bersitegang dengan pendemo di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berlangsung ricuh.
Aparat Kepolisian bersitegang dengan pendemo di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja berlangsung ricuh. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Halaman
12
Penulis: Irfan Azmi Silalahi
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved