Breaking News:

Kisah Marcos! Monster Paling Menakutkan Habisi 48 Napi, Dipenjara Usia 18 Tahun Kasus Pencurian

Masuk penjara sejak usia remaja membuat seorang napi pria menjadi pimpinan kriminal paling ditakuti seantero Brasil

AFP
Kisah Marcos! Monster Paling Menakutkan Habisi 48 Napi, Dipenjara Usia 18 Tahun Kasus Pencurian. Foto ilustrasi 

Kisah Marcos! Monster Paling Menakutkan Habisi 48 Napi, Di penjara Usia 18 Tahun Kasus Pencurian

TRIBUNBATAM.ID - Masuk penjara sejak usia remaja membuat seorang napi pria menjadi pimpinan kriminal paling ditakuti seantero Brasil.

Ia awalnya masuk penjara pada usia 18 tahun atas kasus pencurian, menjelma menjadi napi paling mengerikan.

Baca juga: VIDEO - Ancam akan Sebarkan Foto Bugil, Napi Asal Lampung Peras Pacarnya

Baca juga: VIDEO - Ditipu Pacar yang Ternyata Napi, Wanita Ini Diperas hingga Foto Bugilnya Akan Disebar

Meski berada di penjara selama 25 tahun ia sudah membunuh 48 sesama napi dan mengaku tak menyesal.

Marcos Paulo da Silva, seorang tahanan di Brasil yang dikenal karena membunuh dan memenggal sesama narapidana selama 25 tahun dipenjara
Marcos Paulo da Silva, seorang tahanan di Brasil yang dikenal karena membunuh dan memenggal sesama narapidana selama 25 tahun dipenjara (onlinepix@it.newsint.co.uk via The Sun)

Meski masuk penjara kasus pencurian, kini Marcos Paulo da Silva yang kini berusia 42 tahun sangat kesohor karena kerap memenggal dan memutilasi sesama tahanan di penjara.

Baca juga: 2 Orang DPO, Polresta Barelang Kejar Bos Asal Malaysia dan Seorang Napi, Kasus Peredaran Narkoba

Baca juga: Nama AKBP Napitupulu Yogi Yusuf Muncul di Kasus Jaksa Pinangki, Dakwaan JPU Berperan Tukarkan Dollar

Meski dia belum disidang atas kasus terbarunya, berbagai dakwaan yang menjerat Da Silva saja sudah membuatnya dipenjara selama 217 tahun.

Baca juga: Disogok Rp100 Ribu Bantu Napi Terpidana Mati Asal China Kabur, Begini Nasib 5 Oknum Lapas Tangerang

"Saya sama sekali tidak menyesal sudah membunuh orang-orang ini," kata si narapidana kepada hakim, seperti diberitakan The Sun Selasa (27/10/2020).

Sekelompok besar militan bersenjata menyerbu penjara di kota Kidapawan, Filipina selatan, Rabu (4/1/2016) dini hari. Akibatnya, hampir 160 napi kabur dan seorang sipir penjara tewas. Lima napi lagi ditembak mati saat dikejar polisi.
Sekelompok besar militan bersenjata menyerbu penjara di kota Kidapawan, Filipina selatan, Rabu (4/1/2016) dini hari. Akibatnya, hampir 160 napi kabur dan seorang sipir penjara tewas. Lima napi lagi ditembak mati saat dikejar polisi. (AFP/Dondi Tawatao)

Da Silva mengatakan, napi yang dipenggal sudah merundung dan mengambil keuntungan dari tahanan lain, serta ada juga pemerkosa dan pencuri.

Baca juga: Disogok Rp100 Ribu Bantu Napi Terpidana Mati Asal China Kabur, Begini Nasib 5 Oknum Lapas Tangerang

Baca juga: Inilah Tulisan Lengkap Adian Napitupulu yang Membuatnya Dipanggil ke Istana Negara

Dalam salah satu insiden pada 2011, Da Silva dikatakan membunuh lima napi ketika dia dimasukkan ke dalam Penjara Serra Azul, Sao Paulo.

Dia dilaporkan menggunakan alat pemadam kebakaran untuk menjatuhkan kelima napi itu, sebelum memenggal mereka dengan pisau buatannya.

"Saya benar-benar menyukai ini.

Baca juga: Gara-gara Protes Nasi Bungkus Isi Gulai Jengkol, Napi Dimasukan ke Strap Sel dan Diancam Kalapas

Mereka masih terlalu sedikit.

Saya ingin membunuh lebih banyak lagi," teriak Da Silva sembari melakukan aksinya.

Ilustrasi suasana penjara di Filipina yang penuh di Quezon City, Manila, pada 21 July 2016 silam
Ilustrasi suasana penjara di Filipina yang penuh di Quezon City, Manila, pada 21 July 2016 silam (AFP)

Da Silva yang dipenjara ketika masih berumur 18 tahun, kini bergabung dengan geng bernama Primeiro Comando da Capital atau PCC.

Baca juga: Reynhard Sinaga Terancam Mati di Penjara, Pengadilan Anggap Kejahatan Asusila Terparah di Inggris

Baca juga: 35 Tahun Mengabdi, Bang Jenderal Dijebloskan ke Penjara, Ini Sepak Terjang Napoleon Bonapate

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved