Minggu, 31 Mei 2026

BATAM TERKINI

BEGINI Pengakuan 2 Warga Makassar hingga Nekat Selundupkan 3 Kg Sabu dari Batam

Kedua pelaku tersebut diberangkatkan dari Makasar ke Batam untuk mengirim 3 kg sabu dari Batam menggunakan jasa ekspedisi.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
SABU DI BATAM - Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri mengungkap penyelundupan sabu di Batam yang dikirim lewat jasa ekspedisi. 

Lanjutnya, JM mengakui dirinya mengatakan mengetahui pekerjaan apa yang akan dilakukan di kota Batam.

"Saya tahu kalo ke Batam nantinya di Batam akan mengirimkan sabu ke Makasar," ujarnya.

Dijanjikan Upah Rp 50 Juta

Kepolisian kembali menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu yang akan dikirimkan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi.

Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan dua orang tersangka yang diketahui berinisial MI (18) dan JM(33).

Dari tangan kedua pelaku kepolisian mengamankan tiga bungkus narkotika jenis sabu seberat 3.147 gram.

"Sebanyak dua kilogram di dalam kotak yang akan dikirim melalui jasa ekspedisi sedangkan 1 kilogram lainnya di kamar hotel tempat kedua pelaku menginap," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Mudji Supriadi pada Rabu (11/11/2020). 

Kedua pelaku yang diamankan Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri itu diketahui bukan warga Kepri, mereka merupakan warga Makasar, Sulawesi Selatan.

Menurut Mudji kedua pelaku untuk melakukan pengiriman barang diupah Rp 50 juta.

Upah tersebut di luar akomodasi berangkat dari Makassar hingga ke Batam serta biaya menginap.

"Dari pengakuan mereka, kedua pelaku akan mendapat upah tersebut masing-masing Rp 25 juta, tetapi baru akan diberikan setelah mereka berhasil mengirimkan barang tersebut," ujar Mudji.

Narkoba jenis sabu tersebut dibungkus menggunakan baju sebagai modus untuk mengirimkan barang haram tersebut.

Baca juga: BNNP Kepri Ungkap 31 Kasus Narkoba Sejak Januari Hingga Oktober, Temukan 5.1522,12 Gram Sabu-sabu

Selanjutnya baju tersebut dibungkus dimasukan kedalam kotak berwarna putih untuk dikirim.

"Saat ditimbang, petugas curiga dengan berat paket yang tidak wajar," sebut Mudji.

Usai menangkap kedua orang tersebut, kepolisian menelusuri otak pelaku yang menyuruh kedua orang yang berperan sebagai kurir tersebut.

"Dan kemudian dilakukan Control Delivery terhadap barang bukti yang ditemukan di Kantor J&T namun barang bukti tersebut tidak ada yang akan menerima/ tidak ada yang mengambil paket kiriman tersebut," ujarnya.

Berat Paket tak Normal

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved