Breaking News:

PILKADA BATAM

Lima Komisioner KPU Batam Hadapi Dua Kasus Dugaan Pelanggaran Pilkada, Apa Saja?

Lima Komisioner KPU Batam diperiksa Bawaslu atas kasus dugaan pelanggaran pilkada. Di antaranya, kurangnya surat suara sebelum pencoblosan

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Komisioner Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Batam, Bosar Hasibuan. Lima Komisioner KPU Batam diperiksa Bawaslu Batam atas kasus dugaan pelanggaran Pilkada 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejak Senin (14/12/2020) lalu, lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam diperiksa secara maraton oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam.

Kelimanya diperiksa atas dua kasus dugaan tindak pidana pelanggaran pilkada yaitu kurangnya surat suara yang tidak sesuai dengan jumlah DPT saat pemilihan dan kurangnya jumlah surat suara sebelum hari pencoblosan.

"Ya, itu sudah kumulatif semua. Termasuk itu (dua kasus dugaan pelanggaran pilkada) yang kami periksa," ujar Komisioner Bawaslu Batam, Bosar Hasibuan saat dikonfirmasi, Rabu (16/12/2920).

Bahkan, lanjut Bosar, kekurangan surat suara itu tidak sedikit jumlahnya.

"770 kurangnya surat suara sebelum hari H," ungkap dia lagi.

Baca juga: DIDUGA Lakukan Pelanggaran Pidana, Bawaslu Batam Periksa 5 Komisioner KPU 

PEMUNGUTAN SUARA ULANG - Pemungutan Suara Ulang di TPS 2 Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (13/12/2020).
PEMUNGUTAN SUARA ULANG - Pemungutan Suara Ulang di TPS 2 Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepri, Minggu (13/12/2020). (TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah)

Parahnya, Bosar mengatakan, Bawaslu Kota Batam seolah kecolongan.

Sebab menurutnya, pihak KPU Batam berangkat menuju Surabaya untuk menjemput kekurangan surat suara secara 'diam-diam'.

"Ngajak bagaimana, aku aja tak ketemu orang (KPU) itu di sana. Datang, sampai di sana orang itu sudah balik (Batam)," timpal Bosar.

Bosar menyesalkan hal ini. Menurutnya, KPU Batam tidak berkoordinasi dengan pihaknya dalam penjemputan surat suara yang kurang.

"Tak ada koordinasi, kemana berangkat, jam berapa berangkat dan hari apa. KPU tak pernah koordinasi ke kami. Sampai di sana orang itu sudah transit ke Jakarta," sesalnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved