Breaking News:

PILKADA KEPRI

Soal Dugaan Pelanggaran Dana Kampanye, KPU Kepri: Bila Terbukti, Akan Diambilalih KPU RI

KPU Kepri sebut, jika laporan dugaan pelanggaran dana kampanye salah satu paslon di Kepri terbukti ada unsur pidana,KPU RI yang ambilalih

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
Soal Dugaan Pelanggaran Dana Kampanye, KPU Kepri: Bila Terbukti, Akan Diambilalih KPU RI. Foto Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri), Widyono Agung. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Widyono Agung menyampaikan, bila terbukti ada pidana dalam laporan dugaan pelanggaran dana kampanye di Pilkada Kepri, akan diambil alih KPU RI.

"Bila terbukti ya, tentu proses selanjutnya akan diambilalih KPU RI. Soalnya di KPU Kepri sudah lewat tahapan," sebutnya, Selasa (26/1/2021).

Ia menjelaskan, nantinya juga akan diproses melalui Sentra Gakkumdu terlebih dahulu.

"Tapi proses ini saya rasa juga masih lama, pihak atau paslon yang dilaporkan pasti punya pembelaan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan laporan nomor 040/LP/RI/PG/00.00/l/2021 yang disampaikan kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) terkait dugaan pelanggaran dana kampanye, meminta Bawaslu Provinsi Kepri menindak lanjuti untuk melakukan pemeriksaan.

Baca juga: Komisioner KPU Kepri: Ada Pertanyaan Bawaslu Kepri Soal Dana Kampanye Rp 326 Juta

Baca juga: Pilkada Kepri - Bawaslu Kepri Selidiki Dugaan Pelanggaran Dana Kampanye Salah Satu Paslon

Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan membenarkan hal tersebut.

"Kemarin kita sudah panggil untuk minta klarifikasi dari KPU Kepri dan tim Paslon tersebut," ujarnya, Selasa (26/1/2021).

Disampaikannya, proses ini akan berlangsung selama tiga sampai lima hari kedepan.

"Laporannya masuk delik pidana Pemilu. Jadi kalau benar terbukti, maka Bawaslu akan serahkan kasus ini kepada Sentra Gakkumdu," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Komisioner KPU Kepri, Widyono Agung membenarkan, Bawaslu Kepri tengah menyelidiki terkait laporan dugaan pelanggaran dana kampanye.

"Ya, kemarin kita dari KPU dimintai keterangan atau klarifikasi oleh Bawaslu Kepri terkait laporan itu," ucapnya saat ditemui Tribunbatam.id di kantornya di Tanjungpinang, Selasa (26/1/2021).

Ia menyampaikan, tidak mengetahui lagi sumber dana yang masuk ke rekening dana kampanye dari masing-masing paslon, termasuk paslon 03, Ansar Ahmad-Marlin Agustina.

"Kita sampaikan kalau KPU menggunakan Sistem Dana Kampanye (Sidakam). Kita tidak ketemu langsung dengan yang memberikan dana. Terpenting identitasnya jelas," ucapnya.

Hal itu dikuatkan dengan surat pernyataan bahwa benar-benar menyumbangkan dana kampanye untuk paslon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved