AHY Digoyang di Partai Demokrat, 4 Orang Diduga Terlibat Makar Ambil Alih Parpol, Siapa Mereka?
Partai Demokrat dikabarkan akan dilakukan makar oleh oknum internal dan mantan kader bersama-sama dengan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko
TRIBUNBATAM.id - AHY Digoyang di Partai Demokrat, 4 Orang Diduga Terlibat Makar Ambil Alih Parpol, Siapa Mereka?
Salah satu partai politik (parpol) terbesar di Indonesia dirudung masalah.
Partai Demokrat yang pernah berkuasa 10 tahun di Republik Indonesia disebut-sebut akan diambil paksa.
Selepas ditinggal SBY, putra sulung, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenban tugas pegang kendali partai.
Namun angin kencang menerpa Partai Demokrat, yang dikabarkan adanya oknum internal dan mantan kader yang akan melakukan makar.
Di lapangan empat nama internal Partai Demokrat disebut-sebut turut terlibat merencanakan pengambilalihan kepemimpinan dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Mereka yang diduga terlibat bersama Moeldoko antara lain,
Johni Allen Marbun yang saat ini menjadi Anggota Komisi V DPR,
Marzuki Ali mantan Ketua DPR,
Nazaruddin mantan Bendahara Umum Partai Demokrat
lalu pendiri Partai Demokrat Max Sopacua.
Baca juga: Makar di PARTAI DEMOKRAT: Dalang Mantan Kader dan Pejabat Negara! AHY Langsung Surati Jokowi
Baca juga: Bak Teori Konspirasi, Moeldoko Dituding Mau Kudeta Partai Demokrat, Siapa Sebenarnya Dia?
Baca juga: HEBOH Moeldoko Disebut Mau Rebut Pemimpin Partai Demokrat dari Anak SBY
Namun, ketika dikonfirmasi ke politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik terkait empat nama yang beredar,
ia tidak membantahnya, tetapi Max Sopacua disebut tidak terlibat.
"Max Sopacua tidak ada," ucap Rachland saat dihubungi, Jakarta, Selasa (2/1/2021).
Baca juga: Duduk Perkara Tudingan Ambil Alih Paksa Partai Demokrat Oleh AHY Terhadap Moeldoko
Baca juga: Moeldoko Dituding Rebut Paksa Partai Demokrat: Jangan Bawa Pak Jokowi, Itu Urusan Saya Pribadi
Baca juga: Andi Arief Langsung Tunjuk Moeldoko Orang yang Akan Rebut Partai Demokrat, Sudah Disetujui Jokowi
Rachland menyebut persoalan sosok internal partai yang terlibat,
akan diselesaikan oleh Partai Demokrat sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Masalah internal partai bukan concern publik.
Itu bisa diselesaikan secara internal belakangan.
Apa yang jadi concern publik adalah perilaku kekuasaan," papar Rachland.
Baca juga: Kisah Mulyadi Cagub Sumbar Jagoan Demokrat, Juara Survei Mendadak Tersangka hingga Akui Kalah
Baca juga: Tak Cocok Dengan AHY, Ferdinand Hutahaean Mundur Dari Demokrat, Kedekatannya Dengan Jokowi Dibuka
Baca juga: Dituduh Melawan Negara, SBY Angkat Bicara Mengapa Partai Demokrat Menolak UU Cipta Kerja
Sebelumnya, Rachland menyampaikan salah satu orang yang melakukan pertemuan dengan Moeldoko yaitu HM Darmizal.
"Ada dua fakta tentang ini.
Satu, Pak Darmizal, yang menghadiri pertemuan dengan KSP Moeldoko,
sudah mengundurkan diri dari Partai Demokrat.
Ia sebenarnya tak bisa lagi mengatasnamakan partai.
Dua, Pak Darmizal adalah pendukung Pak Jokowi," tulis Rachland dalam akun Twitter-nya @RachlandNashidik.
Baca juga: Logo Demokrat Sempat Hilang di Baliho INSANI Kini Partai Besutan AHY Dukung Isdianto di Pilgub Kepri
Jabatan menko tak laku
Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menanggapi kabar yang menyebut dirinya merestui Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat.
Mahfud mengatakan pengambilalihan kepemimpinan partai sebesar Demokrat,
adalah sesuatu yang sulit dipercaya di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol masyarakat seperti sekarang.
Ia menegaskan jabatannya sebagai Menkopolhukam tak bisa digunakan dan tidak laku untuk memberi restu.
"Di era demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini sulit dipercaya kepemimpinan partai,
apalagi partai besar seperti Partai Demokrat bisa dikudeta seperti itu.
Baca juga: Bakal Buktikan Komando Tunggal Laskar FPI, Mahfud MD: Bawa Berputar, Pepet dan Tabrak
Baca juga: Mahfud MD Tanggapi Nama Baru FPI: Kalau Bagus akan Tumbuh, yang Tak Bagus Layu Sendiri
Jabatan Menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu.
Yang penting internal PD sendiri solid," kata Mahfud dalam akun Twitter-nya, @mohmahfudmd, pada Selasa (2/2/2020).
Menurutnya, isu tersebut adalah sesuatu yang aneh.
Ia sendiri mengaku kaget namanya disebut telah memberi restu Moeldoko untuk mengambil alih Partai Demokrat.
Mahfud meminta masyarakat yakin ia tidak pernah berbicara baik dengan Moeldoko atau orang lain terkait hal tersebut.
Bahkan, kata Mahfud, hal tersebut tidak pernah terbersit dalam pikirannya.
Baca juga: Polemik Pemberian Sepeda Lipat ke Istana dan Isu Gratifikasi, Moeldoko Apresiasi Daniel Mananta Cs
Baca juga: Berkali-kali Didemo Berkali-kali Juga Dipuji! Moeldoko Klaim Pengunjuk Rasa Akan Nikmati Omnibus Law
Apalagi merestui hal itu.
"Ada isu aneh, dikabarkan beberapa menteri, termasuk Menkopolhukam Mahfud MD,
merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) melalui KLB (Kongres Luar Biasa).
Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun dengan orang lain.
Terpikir saja tidak, apalagi merestui," kata Mahfud.
Baca juga: Moeldoko Kasih Bocoran Sejumlah Lembaga Negara yang Akan Dibubarkan Oleh Jokowi
Baca juga: Sama-sama Purnawirawan Jenderal dan Panglima TNI, Moeldoko Keberatan Pernyataan Gatot Nurmantyo!
Baca juga: Jawaban Moeldoko Soal Kabar Jenderal Andika akan Jabat Wakil Panglima TNI
.
.
.
Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Empat Orang Diduga Terlibat Ingin Ambil Alih Partai Demokrat dari AHY, Siapa Saja Mereka?
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mahfud-md-dan-rachland-nashidik.jpg)