Breaking News:

WISATA NUSANTARA

KLHK dan Kemenparekraf Berkolaborasi Kembangkan Wisata Alam Berbasis Konservasi

Sandiaga Uno bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengadakan rapat terbatas. KLHK dan Kemenparekraf Berkolaborasi

ISTIMEWA
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno 

"Kita ada keinginan betul langkah kongkrit agar ekosistem ini tidak terganggu. Harapan kami daya tarik wisata alam yang kebanyakan ada di kawasan konservasi misalnya di 5 destinasi wisata super prioritas," ungkap Sandiaga Uno.

Lebih jelas kata Sandiaga Uno, ia  memisalnya di Danau Toba ada Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Batang Gadis.

Di Borobudur ada Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Di Lombok Mandalika ada Taman Nasional Gunung Rinjani.

Lalu di Taman Nasional Gunung Tambora, Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Di Likupang ada Taman Nasional Bunaken. Di Labuan Bajo ada Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Kelimutu.

Baca juga: Temui Sandiaga Uno, Muhammad Nizar : Destinasi Wisata Jadi Andalan Lingga

Menurut Sandiaga Uno jumlah kunjungan ke daerah wisata alam ini bisa jutaan, dara terakhir sebelum Covid-19 bisa mencapai 10 juta pengunjung.

"Kita ingin agar pola perjalanan dari ekspedisi wisata berbasis konservasi ini bisa mampu meningkatkan kemapuan inovasi dan adaptasi. Terutama ini ada peta perjalanan Three Link Volcano in Tropical Archipelago, dari Jakarta ke Bandung, dari Bandung ke Gunung Merapi dan Gunung Semeru, Gunung Kelud, Gunung Batur, Gunung Agung, Gunung Ijen, Gunung Tambora, dan Gunung Rinjani. Ini yang menurut saya sangat potensi untuk dikembangkan," ungkap Sandiaga Uno.

Baca juga: Objek Wisata Pulau Abang Masuk Kawasan Rencana Pariwisata Induk Nasional Kemenparekraf

Sandiaga Uno merekomendasikan model manajemen kolaborasi dalam pengelolaan agar melibatkan kedua belah pihak.

Dan status kawasan konservasi taman nasional atau TWA menjadi daya tarik wisata. Dan destinasi pariwisata nasional terutama terkait aspek visitor management, dan carrying capacity dalam bingkai kualitas dan pariwisata berkelanjutan.

"Juga penerapan asesmen, monitoring, observasi, sertifikasi, modeling, dan prototipe dari Pariwisata yang berkelanjutan. Kami sepakat membentuk tim kecil, yang menjadi PIC pak Frans Teguh, semoga membawa langkah dan hasil yang kongkrit untuk pariwisata berbasis konservasi dan tentunya harus berkualitas dan berkelanjutan," tutup Sandiaga Uno. (*/tribunbatam.id)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Baca juga: Duta Wisata Kepri Berlayar ke Jepang

Baca juga: Hang Nadim Batam Diramaikan Wisatawan Transit

Baca juga: Pejabat Kementerian Pariwisata Pastikan Hadir

Baca juga: Wisata di Rempang Galang Panen Pengunjung

Editor: Filemon Halawa
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved